himpuh.or.id

Kemenhaj Siapkan Lebih dari 3 Juta Paket Makanan untuk Fase Armuzna

Kategori : Berita, Ditulis pada : 20 Mei 2026, 09:00:16

016f05db-d970-4b2c-b41b-e8e858097d09-1779217899217.jpg
 
 

HIMPUHNEWS - Menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah mulai memperkuat kesiapan logistik konsumsi bagi ratusan ribu jemaah Indonesia. Di tengah tingginya mobilitas jemaah dan potensi gangguan rantai pasok global, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan jutaan paket makanan siap santap telah disiapkan untuk mendukung kelancaran ibadah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Jaenal Effendi, mengatakan pemerintah menyiapkan lebih dari tiga juta paket ready to eat (RTE) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah selama fase Armuzna.

“Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal Effendi saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Selasa (19/5/2026).

Disiapkan untuk Fase Krusial Armuzna

Jaenal menjelaskan, paket makanan siap santap tersebut dibagi dalam dua kategori distribusi.

Kategori pertama dialokasikan khusus untuk fase utama Armuzna pada 8 hingga 12 Zulhijjah dengan total sebanyak 1.849.680 paket. Pengadaan dilakukan melalui kerja sama syarikah Arab Saudi dengan PT Halalan Thayyiban dan Family Food.

Sementara kategori kedua disiapkan sebanyak 1.232.520 paket untuk kebutuhan konsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Zulhijjah. Produksi paket ini dilakukan oleh industri makanan asal Indonesia yang bermitra dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.

Menurut Jaenal, percepatan pengadaan logistik tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi geopolitik global yang berdampak pada harga bahan baku pangan.

“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tegas Jaenal.

Menu Disesuaikan dengan Lidah Jemaah Indonesia

Tak hanya fokus pada ketersediaan, pemerintah juga menyesuaikan menu makanan siap santap agar tetap cocok dengan selera jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Beberapa menu yang disiapkan di antaranya gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” imbuhnya.

Jaenal memastikan seluruh paket makanan telah melalui pengujian laboratorium dan dinyatakan aman dikonsumsi. Paket RTE tersebut juga disebut memiliki masa simpan hingga 18 bulan.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” pungkas Jaenal.

Skema makanan siap santap ini disiapkan untuk mendukung aktivitas jemaah selama fase Armuzna yang dikenal sebagai periode paling padat dan menguras tenaga dalam rangkaian ibadah haji.

Dengan mobilitas tinggi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pemerintah berharap kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi tanpa menghambat proses ibadah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id