himpuh.or.id

Gus Irfan Bocorkan Sinyal Kuota Haji Indonesia Tahun 2027, Ada Peluang Bertambah?

Kategori : Berita, Ditulis pada : 02 Juni 2026, 09:30:18

88c21f2b-27b6-4400-b195-308a53b63e75-1780206476036.jpg

HIMPUHNEWS - Pemerintah Indonesia mulai menyusun persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi dengan mengacu pada kuota tahun berjalan. Meski Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi pembagian kuota haji untuk masing-masing negara, sinyal awal yang diterima pemerintah menunjukkan jumlah jemaah Indonesia berpotensi tetap berada di angka 221 ribu orang.

Indikasi tersebut diperoleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dari dokumen persiapan yang disampaikan otoritas Arab Saudi menjelang penyelenggaraan musim haji berikutnya.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan hingga saat ini pemerintah Saudi belum memberikan kepastian mengenai besaran kuota haji untuk tahun 2027. Namun, terdapat petunjuk dalam dokumen yang diterima Indonesia.

"Kuota haji belum disampaikan secara jelasnya. Tetapi, di dalam dokumen itu disebutkan bahwa persiapkan nama-nama jemaah haji sesuai dengan data, angka yang tahun berjalan sekarang," ujar Irfan Yusuf kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan arahan tersebut, pemerintah untuk sementara menggunakan kuota haji tahun 2026 sebagai dasar perencanaan penyelenggaraan haji tahun depan. Pada musim haji 1447 H/2026 M, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221 ribu jemaah.

Peluang Kuota Berkurang Dinilai Kecil

Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menilai kemungkinan terjadinya pengurangan kuota haji Indonesia relatif kecil. Bahkan, menurutnya terdapat peluang adanya tambahan kuota apabila pemerintah Arab Saudi memberikan alokasi tambahan seperti yang pernah terjadi pada musim-musim tertentu.

"Pedoman (yang) sekarang, dan insyaallah nggak akan berkurang, bahkan ada kemungkinan yang tiba-tiba muncul tambahan kuota," sambung Gus Irfan.

Meski peluang penambahan kuota terbuka, pemerintah tetap mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan terkait tambahan jemaah yang akan diberangkatkan.

Selain kesiapan teknis penyelenggaraan, faktor pembiayaan menjadi salah satu perhatian utama yang harus diperhitungkan secara matang.

Faktor Pembiayaan Jadi Pertimbangan

Gus Irfan menegaskan bahwa secara operasional Indonesia memiliki kemampuan untuk mengakomodasi tambahan jemaah apabila Arab Saudi memberikan kuota tambahan.

Namun demikian, kesiapan pendanaan juga menjadi faktor penting yang akan menentukan kemampuan pemerintah dalam mengelola tambahan kuota tersebut.

"Secara teknis, walaupun ada tambahan, tetapi insyaallah kami siap. Tetapi, yang jadi pertimbangan kami adalah finance juga. Apakah teman-teman BPKH siap atau enggak, itu juga jadi pertimbangan utama kami," cetusnya.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari Arab Saudi terkait pembagian kuota haji bagi setiap negara untuk musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.

Keputusan tersebut nantinya akan menjadi dasar final dalam penyusunan berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji Indonesia, mulai dari penyiapan daftar jemaah, layanan akomodasi, transportasi, hingga skema pembiayaan yang akan digunakan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id