himpuh.or.id

Arab Saudi Lirik Bandara Dhoho Kediri Jadi Pintu Baru Keberangkatan Haji dan Umrah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 16 Juli 2026, 09:00:52

Dhoho-International-Airport-Kediri-_-Wika-Gedung.jpg

HIMPUHNEWS – Peluang Bandara Dhoho Kediri menjadi pintu keberangkatan jemaah haji dan umrah dari Jawa Timur semakin terbuka. Pemerintah Arab Saudi bahkan menyatakan ketertarikannya memanfaatkan bandara tersebut dan dalam waktu dekat akan mengirimkan tim untuk meninjau kesiapan fasilitas serta operasionalnya.

Rencana itu mengemuka dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah Indonesia telah membahas rencana pemanfaatan Bandara Dhoho bersama Menteri Transportasi Arab Saudi. Hasil pembahasan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan dari pemerintah Arab Saudi untuk menjadikan Bandara Dhoho sebagai salah satu titik layanan penerbangan haji dan umrah.

"Kami juga membahas pemanfaatan dan optimalisasi Bandara Dhoho. Dua hari yang lalu kami telah berbicara dengan Menteri Transportasi Arab Saudi. Mereka memiliki ketertarikan untuk memanfaatkan Bandara Dhoho,"kata Dudy.

Menurut Dudy, apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, Bandara Dhoho diproyeksikan mulai melayani keberangkatan jemaah haji dan umrah pada tahun depan. Kehadiran bandara tersebut juga akan menambah pilihan embarkasi haji di Jawa Timur selain Embarkasi Surabaya.

Pemerintah Arab Saudi dijadwalkan mengirimkan tim untuk melakukan penjajakan dan menilai kesiapan Bandara Dhoho sebagai bandara yang melayani rute penerbangan khusus haji dan umrah.

Bandara Juanda Juga Disiapkan Layani Penerbangan Langsung

Selain membahas pengembangan Bandara Dhoho, pemerintah juga menyiapkan revitalisasi Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

Revitalisasi tersebut dilakukan agar landasan pacu mampu melayani pesawat berbadan lebar sehingga penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah dapat dibuka.

"Diharapkan Bandara Juanda nantinya dapat menampung pesawat-pesawat berbadan besar sehingga bisa melayani penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah untuk masyarakat Jawa Timur yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun haji," ujar Dudy.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengoperasian Bandara Dhoho akan memberikan kemudahan bagi jemaah haji, terutama yang berasal dari kawasan Mataraman, karena jarak menuju embarkasi menjadi lebih dekat.

"Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, juga seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik," kata Khofifah.

Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.

Khofifah menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan Bandara Dhoho sejak lama sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji di Jawa Timur.

"Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah akan semakin efektif dan nyaman," ujar Khofifah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id