himpuh.or.id

Usai Haji 2026, Ke Mana Perginya Tenda dan Kasur Jutaan Jemaah di Mina?

Kategori : Berita, Ditulis pada : 03 Juni 2026, 09:23:33

Screenshot_2026-05-18_at_1.22.48_PM.png

HIMPUHNEWS — Berakhirnya musim haji tidak serta-merta mengakhiri aktivitas di Tanah Suci. Ketika lebih dari 1,7 juta jemaah mulai kembali ke negara masing-masing, Arab Saudi justru memasuki fase operasi besar berikutnya: membersihkan, membongkar, memperbaiki, dan menyiapkan kembali seluruh infrastruktur haji untuk musim mendatang.

Data resmi Arab Saudi mencatat sebanyak 1.707.301 jemaah menunaikan ibadah haji pada 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,04 persen dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi. Sebanyak 1.485.729 jemaah tiba melalui jalur udara, sementara 160.646 lainnya merupakan warga negara atau penduduk Arab Saudi.

Besarnya jumlah jemaah tersebut membuat kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina berubah menjadi "kota sementara" terbesar di dunia selama beberapa hari. Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, pemerintah Saudi harus memastikan kawasan tersebut kembali bersih dan siap digunakan pada musim haji berikutnya.

Tenda dan Fasilitas Darurat Dibongkar

Di Mina, berbagai fasilitas musiman mulai menjalani proses inspeksi, rehabilitasi, hingga pembongkaran.

Jalan-jalan dibersihkan, sistem pendingin diperiksa, sementara berbagai fasilitas darurat yang sebelumnya digunakan selama musim haji mulai ditarik dan diamankan.

"Setelah berakhirnya musim haji, Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi mulai melakukan penutupan operasional fasilitas darurat musiman dan mempersiapkannya untuk musim mendatang, sesuai dengan rencana terorganisir yang memastikan kesiapan dan pemanfaatan sumber daya sebaik mungkin," ujar perwakilan Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi.

Selama musim haji, otoritas tersebut mengoperasikan dua jenis pusat layanan darurat, yakni fasilitas permanen berstruktur baja dan fasilitas sementara berupa tenda serta kabin portabel.

Setelah musim haji berakhir, fasilitas permanen ditutup dan diamankan, sedangkan tenda-tenda serta bangunan portabel dibongkar untuk kemudian disimpan di gudang sebagai persiapan musim haji berikutnya.

Peralatan Medis Diperiksa Ulang

Tidak hanya tenda dan fasilitas darurat, seluruh perangkat medis yang digunakan selama musim haji juga menjalani proses inventarisasi dan pemeriksaan teknis.

"Mengenai peralatan medis dan perangkat darurat, sumber daya yang berpartisipasi dalam musim tersebut diinventarisasi dan ditarik dari berbagai wilayah setelah menjalani inspeksi teknis yang diperlukan," sambungnya.

Setibanya kembali di Makkah, seluruh peralatan medis diperiksa ulang untuk memastikan kondisi operasionalnya tetap optimal.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh perlengkapan tetap siap digunakan ketika musim haji berikutnya tiba, termasuk memastikan ketersediaan suku cadang dan perlengkapan medis yang diperlukan.

Infrastruktur Dievaluasi dari Jalan hingga Pendingin Udara

Setelah jutaan orang memadati kawasan suci selama beberapa hari, pemerintah Arab Saudi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur utama.

Jaringan listrik, sistem distribusi air, jalan raya, terowongan, hingga fasilitas pendingin udara menjadi fokus evaluasi karena bekerja dalam kapasitas tinggi selama puncak musim haji.

Kidana Development Co sebagai pelaksana Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci memasuki fase operasional baru yang berfokus pada inspeksi, rehabilitasi, dan pengembangan infrastruktur.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua kategori, yakni terhadap fasilitas permanen dan fasilitas sementara.

Fasilitas yang masih layak akan diperbaiki dan digunakan kembali, sebagian lainnya disimpan untuk musim berikutnya, sedangkan aset yang mengalami kerusakan berat akan diganti dengan teknologi yang lebih baru dan efisien.

Data Pergerakan Jemaah Jadi Bahan Evaluasi

Selain infrastruktur fisik, Arab Saudi juga mengevaluasi berbagai data operasional yang dikumpulkan selama musim haji berlangsung.

Data tersebut mencakup pola pergerakan jemaah, kinerja transportasi, respons layanan darurat, hingga efektivitas mitigasi cuaca panas.

Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang, sekaligus mendukung target besar Visi Saudi 2030 yang menempatkan pelayanan jemaah sebagai salah satu prioritas utama.

Sistem transportasi juga ikut menjalani proses pemeliharaan. Bus-bus pengangkut jemaah diperiksa sebelum dikembalikan kepada operator masing-masing.

Sementara itu, Metro Al-Mashaaer Al-Mugaddassah yang menjadi tulang punggung mobilitas jemaah selama puncak haji menjalani inspeksi teknis sebelum memasuki masa siaga hingga musim berikutnya.

Jutaan Jemaah Tinggalkan Gunungan Sampah

Di balik suksesnya penyelenggaraan haji, terdapat tantangan besar lain yang harus dihadapi pemerintah Arab Saudi, yakni pengelolaan limbah.

Kehadiran lebih dari 1,7 juta jemaah dalam waktu yang relatif singkat menghasilkan volume sampah yang sangat besar dari berbagai aktivitas selama ibadah berlangsung.

Juru Bicara National Center for Waste Management, Sultan Al-Harthi, mengatakan limbah yang dihasilkan selama musim haji tidak hanya berupa sampah rumah tangga, tetapi juga limbah medis, limbah rumah potong hewan, hingga limbah yang berasal dari proyek Adahi.

Menurutnya, setiap jenis limbah diproses melalui jalur pengelolaan yang berbeda guna memastikan proses pengolahan berjalan aman sekaligus ramah lingkungan.

Al-Harthi mengakui lonjakan volume sampah dalam waktu singkat menjadi tantangan utama setiap musim haji.

Selain itu, masih terdapat tantangan lain berupa ketidakpatuhan sebagian penyedia layanan dan keterbatasan jumlah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pengelolaan limbah tertentu.

"Tantangan-tantangan ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi antarinstansi terkait, peningkatan kepatuhan, serta pemberdayaan lebih besar kepada perusahaan swasta khusus agar dapat menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan," sambungnya.

Bagi Arab Saudi, berakhirnya musim haji bukanlah akhir pekerjaan. Justru pada fase inilah dimulai persiapan panjang untuk memastikan jutaan jemaah yang akan datang pada musim berikutnya memperoleh layanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id