himpuh.or.id

Saudi Usul 50 Persen Jemaah Haji Indonesia Tanazul, Solusi Atasi Kepadatan Ekstrem di Mina

Kategori : Berita, Ditulis pada : 05 Juni 2026, 08:00:27

9ee18a31-0ca6-4d71-ab65-85bfde243811-1780578224106.jpg

HIMPUHNEWS — Kepadatan kawasan Mina yang setiap tahun menjadi tantangan utama penyelenggaraan ibadah haji mendorong Pemerintah Arab Saudi menawarkan skema baru bagi jamaah Indonesia. Otoritas haji Saudi mengusulkan agar hingga 50 persen jamaah haji Indonesia menerapkan tanazul atau kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah wajib haji.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat saat melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Kamis.

Dalam pertemuan itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyambut langsung delegasi Arab Saudi dan membahas sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan haji di masa mendatang.

Mina Dinilai Sudah Terlalu Padat

Menurut Dahnil, keterbatasan kapasitas lahan di Mina menjadi salah satu perhatian utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Dengan luas area yang terbatas, pengaturan pergerakan jamaah dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan saat puncak ibadah haji.

"Mina itu sangat terbatas, hanya sekitar belasan hektare. Pihak Saudi menyampaikan kalau bisa di-tanazul-kan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan untuk meminta jaminan di Mina," ujar Dahnil.

Sebagai bentuk kompensasi atas penerapan skema tersebut, Pemerintah Arab Saudi menawarkan jaminan fasilitas di Mina apabila Indonesia memutuskan memindahkan sebagian jamaah kembali ke hotel asal mereka di Makkah setelah rangkaian ibadah wajib haji selesai dilaksanakan.

Kemenhaj Siapkan Kajian Teknis

Menanggapi usulan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyatakan akan segera melakukan perhitungan teknis dan operasional secara lebih mendalam.

Menurut Dahnil, koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi akan terus diperkuat agar penerapan tanazul di masa mendatang dapat berjalan optimal tanpa mengurangi keabsahan pelaksanaan ibadah haji para jamaah.

"Ke depan kita akan bekerja bareng dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mempersiapkannya sejak awal," ujar Dahnil.

Tanazul sendiri merupakan skema pengaturan akomodasi dan mobilitas jamaah haji, di mana jamaah tidak bermalam atau mabit di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel tempat mereka menginap di Makkah.

Saudi Apresiasi Reformasi Haji Indonesia

Selain membahas skema tanazul, pertemuan tersebut juga menyoroti reformasi tata kelola haji yang tengah dijalankan Pemerintah Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah pembenahan pengelolaan haji yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dahnil, otoritas Saudi memahami tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia.

Karena itu, pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat implementasi istitha'ah atau kelayakan kesehatan jamaah sejak sebelum keberangkatan dari Tanah Air. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan angka kematian jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Selain aspek kesehatan, pemerintah juga menyiapkan reformasi tata kelola keuangan haji agar semakin transparan dan akuntabel dalam mendukung pelayanan kepada jamaah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id