Saudi Tetapkan Standar Baru Kesehatan Haji 2027, RI Harus Siapkan 300 Dokter dan 400 Perawat

HIMPUHNEWS — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi mulai memasuki tahap awal setelah Pemerintah Indonesia menerima timeline resmi dari Arab Saudi. Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah ketentuan baru yang harus dipenuhi, termasuk kebutuhan ratusan tenaga kesehatan untuk mendampingi jamaah haji Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan dokumen timeline tersebut telah diterima pemerintah pada 13 Zulhijah dan akan menjadi dasar penyusunan tahapan penyelenggaraan haji tahun depan.
"Kami juga sudah menerima timeline haji dari pemerintah Arab Saudi, di mana kami sudah terima dokumennya pada tanggal 13 Zulhijah kemarin. Dokumen itu menyebutkan tentang beberapa deadline-deadline yang harus kita tetapkan termasuk rasio dokter dan perawat yang mereka harapkan," kata Gus Irfan dalam konferensi pers Amirul Hajj di Gedung VIP Bandara Soekarno Hatta, Senin (8/6/2026).
Salah satu poin penting dalam dokumen tersebut adalah standar rasio tenaga kesehatan yang harus dipenuhi oleh negara pengirim jamaah haji.
Arab Saudi menetapkan kebutuhan 1,5 dokter dan 1,7 perawat untuk setiap 1.000 jamaah. Dengan jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu orang, kebutuhan tenaga kesehatan diperkirakan mencapai sekitar 300 dokter dan hampir 400 perawat.
"Itu artinya kalau 200.000 (jemaah haji) itu berarti 300 dokter dan hampir 400 perawat dan ini belum bisa kita penuhi karena itu tahun ini kita harus bekerja keras untuk memenuhi itu," imbuhnya.
Digitalisasi Haji Makin Diperkuat
Selain aspek kesehatan, Pemerintah Arab Saudi juga menetapkan sejumlah tahapan baru terkait pengelolaan layanan haji berbasis digital.
Gus Irfan menjelaskan seluruh proses kontrak layanan haji ke depan harus dilakukan melalui platform Nusuk. Sistem pembayaran juga akan semakin terintegrasi melalui penggunaan e-wallet.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-Nusuk dalam seluruh layanan haji.
"Kemudian jadwal kontrak harus melalui Nusuk dan pembaharuan menggunakan e-wallet. Ini semakin ke sini pemerintah Arab Saudi semakin memaksimalkan penggunaan aplikasi e-Nusuknya sehingga akan lebih memudahkan bagi semua jemaah," terang Gus Irfan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
