Pemulangan Haji 2026 Capai 30 Persen, Lebih dari 60 Ribu Jemaah Sudah Tiba di Tanah Air

HIMPUHNEWS — Proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung pasca puncak ibadah haji di Arab Saudi. Hingga 10 Juni 2026, sekitar 30 persen jemaah atau lebih dari 60 ribu orang telah kembali ke Tanah Air melalui 156 kelompok terbang (kloter).
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan proses kepulangan jemaah secara umum berjalan lancar meski sempat diwarnai sejumlah kendala teknis penerbangan.
"156 kloter, 60 ribuan berarti, sekitar 30% yang sudah sampai Tanah Air," kata Gus Irfan di Jakarta, Rabu (10/06).
Menurutnya, beberapa jemaah sempat mengalami perubahan rute penerbangan dan harus singgah di Oman sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Namun kondisi tersebut kini telah teratasi.
"Memang ada beberapa kendala kemarin, ada yang harus singgah di Oman sebentar, tapi sekarang sudah semuanya berjalan," ucap Gus Irfan.
Kendala Hanya Terkait Pesawat
Gus Irfan menegaskan gangguan yang terjadi selama proses pemulangan tidak berkaitan dengan kondisi geopolitik maupun situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kendala yang muncul murni bersifat teknis pada operasional penerbangan.
"Kendala teknis pesawat saja. Tidak ada kendala teknis terkait dengan situasi Timur Tengah, nggak ada," ujarnya.
Pemerintah menargetkan seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia dapat selesai pada awal Juli 2026. Kloter terakhir dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi pada akhir Juni dan tiba di Indonesia sehari setelahnya.
"Tanggal 30 Juni terakhir dan 1 Juli insyaallah akan tiba di Tanah Air kloter terakhir," imbuhnya.
Di tengah proses pemulangan yang masih berlangsung, Kementerian Haji dan Umrah juga mulai menyusun evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2026. Sejumlah aspek menjadi perhatian untuk perbaikan layanan pada musim haji berikutnya.
Salah satu catatan utama berkaitan dengan kesiapan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan maupun selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Pertama, tentu soal kesehatan. Persiapan kesehatan kita masih jauh dari memuaskan, karena itu tahun ini kita akan lebih perbaiki," kata Gus Irfan.
Layanan di Mina Akan Dibenahi
Selain kesehatan, pelayanan jemaah di Mina juga masuk dalam daftar evaluasi pemerintah. Keterbatasan area dan tingginya kepadatan jemaah disebut menjadi tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini.
Gus Irfan mengakui pelayanan di kawasan tersebut belum berjalan optimal dan akan menjadi fokus pembenahan pada penyelenggaraan haji mendatang.
"Yang kedua tentang penanganan kita di Mina. Mina daerahnya terbatas, lokasinya kecil sehingga kemarin kita agak kurang memuaskan, tapi tahun depan akan kita perbaiki," ujarnya.
Pemerintah berharap berbagai evaluasi yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi jemaah Indonesia pada musim haji berikutnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
