himpuh.or.id

Tak Hanya Kampung Haji, Danantara Juga Jajaki Potensi Investasi Airport Madinah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 10 Agustus 2026, 06:38:11

WhatsApp Image 2026-08-09 at 22.16.26 (3).jpeg

HIMPUHNEWS – Proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi terus menunjukkan perkembangan. Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru dari Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengenai progres proyek tersebut, yang kini telah memasuki tahap pemilihan arsitek dan penyusunan konsep desain.

Laporan itu disampaikan Rosan usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Selain membahas Kampung Haji, Rosan juga melaporkan peluang kerja sama investasi di sektor kebandarudaraan Arab Saudi yang ditawarkan kepada Danantara.

Kampung Haji Masuk Tahap Pemilihan Arsitek

Rosan mengatakan proses pembangunan Kampung Haji kini bergerak ke tahap penyusunan konsep fisik melalui pemilihan arsitek dan pembuatan ilustrasi kawasan.

"Kita sudah proses untuk pemilihan arsiteknya, ilustrasinya seperti apa, Bapak Presiden minta di-update," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan setelah memberikan laporan kepada Presiden Prabowo.

Menurut Rosan, laporan tersebut menjadi bagian dari pembaruan perkembangan proyek yang sebelumnya telah dibahas pemerintah bersama berbagai pihak terkait.

Danantara Ditawari Berinvestasi di Bandara Madinah

Dalam kesempatan yang sama, Rosan yang baru kembali dari Makkah, Madinah, dan Jeddah juga melaporkan hasil pertemuannya dengan Kementerian Investasi Arab Saudi serta penasihat Raja Arab Saudi.

Ia mengungkapkan adanya pembahasan mengenai peluang kerja sama investasi, termasuk tawaran kepada Danantara untuk memiliki porsi kepemilikan di Bandara Madinah.

"Kebetulan ada kerja sama dengan kementerian investasi di sana. Kebetulan menteri investasinya juga baru mengundang saya, dan bertemu juga dengan penasihat Raja, serta membahas beberapa kerja sama di bidang airport di Madinah. Salah satunya, Danantara ditawari mempunyai porsi kepemilikan di airport Madinah," ujar CEO Danantara.

Meski demikian, Rosan menyampaikan tawaran tersebut masih dalam tahap penjajakan. Danantara saat ini masih melakukan komunikasi dengan Mada International Holdings/Mada Group selaku pengelola Bandara Madinah untuk membahas peluang kerja sama tersebut.

Selain membahas proyek Kampung Haji dan peluang investasi di Arab Saudi, Rosan juga menyampaikan perkembangan reformasi tata kelola badan usaha milik negara (BUMN).

Ia mengatakan Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya penyederhanaan struktur organisasi di perusahaan-perusahaan BUMN agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan efisien.

"Arahan Beliau juga untuk pengurangan layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN besar seperti Pertamina, PLN, dan lainnya agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas meningkat, efisiensi lebih terjaga, dan tentu saja diterapkan juga di BUMN lainnya," kata Rosan.

Rosan menambahkan, hingga akhir Juli 2026 proses perampingan telah dilakukan terhadap 274 perusahaan.

Ia juga melaporkan perkembangan berbagai proyek hilirisasi yang sedang berjalan kepada Presiden.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada bulan lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penutupan, merger, dan konsolidasi 250 BUMN berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp50 triliun. Penghematan tersebut berasal dari pengurangan biaya rutin, termasuk biaya direksi, komisaris, operasional gedung, listrik, dan pengeluaran lainnya.

Presiden juga menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi maksimal 350 perusahaan hingga akhir 2026 dari sebelumnya sebanyak 1.077 perusahaan.

"Mereka (Danantara, Red.) menyanggupi," kata Prabowo.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id