himpuh.or.id

Bandara IKN Bakal Jadi Embarkasi Haji, Jemaah Kalimantan-Sulawesi Bisa Berangkat dari Sini

Kategori : Berita, Ditulis pada : 18 Agustus 2026, 09:30:13

penampakan-terkini-terminal-bandara-nusantara-ikn-2_169.jpeg

HIMPUHNEWS — Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan tidak hanya menjadi pintu masuk kawasan ibu kota baru, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai embarkasi haji dan umrah. Jemaah dari Kalimantan hingga sejumlah wilayah Sulawesi menjadi sasaran layanan jika rencana tersebut terealisasi.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengenai pemanfaatan Bandara IKN untuk embarkasi haji dan umrah.

"Saya sudah juga berkomunikasi dengan Pak Menteri Haji dan Umrah (Mochamad Irfan Yusuf), kalau bisa dipakai untuk embarkasi umrah dan haji, karena hanya butuh 400 jemaah kalau mau jadi embarkasi haji," kata Basuki di Kantor Otorita IKN, Jumat (14/8/2026).

Menurut Basuki, potensi jemaah yang dapat dilayani cukup besar. Selain Kalimantan Timur, cakupan layanan dapat diperluas ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan, bahkan wilayah Sulawesi yang berdekatan dengan kawasan IKN.

"Jadi kalau Kaltara, Kaltim, Kalsel pasti sudah lebih (lebih dari 400 jemaah), belum nanti Sulawesi yang dekat-dekat sini," kata Basuki.

Runway 3 Kilometer, Bisa Layani Pesawat Berbadan Lebar

Rencana tersebut didukung kondisi infrastruktur Bandara IKN. Basuki menyebut bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang 3 kilometer dengan lebar 85 meter.

Dengan ukuran tersebut, menurut Basuki, Bandara IKN memiliki prospek untuk melayani pesawat berbadan lebar (wide-body jet), yang dapat mendukung penerbangan jemaah haji dan umrah.

Namun, Bandara IKN saat ini masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengubah statusnya dari bandara VVIP atau bandara khusus menjadi bandara komersial.

"Insya Allah tinggal nanti kita menunggu Perpresnya untuk berubah VVIP, bandara khusus menjadi bandara komersial," ujar Basuki.

Perubahan status menjadi bandara komersial menjadi salah satu tahapan penting sebelum Bandara IKN dapat dikembangkan untuk melayani penerbangan secara lebih luas, termasuk potensi penerbangan haji dan umrah.

Lion Group Siapkan Fasilitas MRO

Selain rencana pemanfaatan untuk penerbangan haji dan umrah, prospek Bandara IKN juga menarik minat Lion Group. Menurut Basuki, perusahaan tersebut mempertimbangkan pengembangan fasilitas maintenance, repair, and overhaul(MRO) di kawasan sekitar bandara.

Sebelumnya, Lion Group berencana membangun training center di IKN dengan luas sekitar 30 hektare. Rencana tersebut kemudian dikembangkan menjadi fasilitas MRO.

Otorita IKN telah menghubungkan Lion Group dengan Badan Bank Tanah karena lahan di sekitar bandara dikuasai oleh Badan Bank Tanah.

Di sisi lain, pembangunan kawasan IKN terus berjalan melalui empat skema pembiayaan, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Untuk investasi swasta, Basuki menyebut Starbright menanamkan modal senilai Rp 1,25 triliun. Lebih dari 100 unit apartemen yang dikembangkan perusahaan tersebut juga telah dipesan.

Selain itu, terdapat investasi dari Korea Selatan sekitar Rp 2,5 triliun. Pengusaha Siswono Yudhosodo juga menyiapkan kawasan hunian seluas 139 hektare di belakang Istana Negara IKN. Kawasan tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan area sekitar 300 hektare, termasuk pembangunan lapangan golf.

Sejumlah proyek lainnya juga tengah dikembangkan. Taman Safari masih berada dalam tahap desain, sedangkan Indobox yang akan menghadirkan bioskop dan kafe ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026.

Plataran juga telah memulai land clearing di kawasan Sumbu Barat untuk pembangunan kawasan rumah makan dengan konsep restoran seperti yang berada di Hutan Kota GBK, Jakarta.

Sementara melalui skema hibah, pembangunan Smart City Center dari Korea Selatan di kawasan IKN disebut telah dimulai.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id