himpuh.or.id

Saudi Ubah Aturan Hotel Haji 2027, Ada 2 Kelas Akomodasi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 18 Agustus 2026, 11:00:06

Hilton-Suites-Makkah-where-to-stay-for-Umrah.jpg

HIMPUHNEWS  — Pemerintah Arab Saudi memperbarui regulasi akomodasi jemaah haji untuk musim 2027. Fasilitas penginapan di Makkah dan Madinah nantinya diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yakni kelas ekonomi dan kelas satu, dengan standar layanan yang berbeda.

Kementerian Pariwisata Arab Saudi menyebut pembaruan aturan tersebut mencakup ketentuan perizinan, klasifikasi fasilitas, standar operasional, hingga daftar pelanggaran bagi akomodasi yang melayani jemaah haji.

Melansir Arab News, Kebijakan baru ini disiapkan untuk meningkatkan kesiapan fasilitas dan kualitas pelayanan sebelum jemaah tiba pada musim haji 2027.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata Arab Saudi, Nasr Alansari, mengatakan regulasi tersebut memperkuat aspek pengawasan dan operasional akomodasi haji.

Menurut dia, fasilitas harus dipastikan siap sebelum menerima jemaah, termasuk dari sisi keselamatan, pemeliharaan, dan ketersediaan layanan penting.

Akomodasi Haji Dibagi Menjadi Dua Kategori

Dalam aturan baru tersebut, fasilitas akomodasi haji di Makkah dan Madinah akan dikelompokkan menjadi ekonomi dan kelas satu.

Masing-masing kategori memiliki persyaratan tersendiri yang mencakup area umum, kamar tamu, area penerimaan atau resepsionis, kebersihan, pemeliharaan, serta layanan bagi tamu.

Dengan adanya klasifikasi tersebut, standar fasilitas dan pelayanan akan menjadi bagian dari proses pengaturan akomodasi jemaah haji.

Selain menetapkan standar, Kementerian Pariwisata juga menyiapkan mekanisme pemeriksaan pada sejumlah tahapan. Inspeksi dilakukan sebelum izin diterbitkan, sebelum fasilitas mulai beroperasi, serta selama periode operasional.

Kementerian menyatakan pengawasan berkelanjutan tersebut diperlukan agar penyedia akomodasi tetap memenuhi standar kepatuhan dan kualitas pelayanan sepanjang musim haji.

Perawatan Wajib Selesai Sebelum Ajukan Izin

Pemerintah Arab Saudi juga menekankan kesiapan operasional fasilitas yang akan digunakan untuk jemaah haji.

Operator yang mengajukan izin untuk musim haji 2027 diminta menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan dan persiapan yang dipersyaratkan sebelum mengajukan permohonan.

Ketentuan tersebut mencakup kesiapan operasional, standar keselamatan dan pemeliharaan, keberlangsungan layanan penting, serta berbagai persyaratan operasional lainnya.

Kementerian juga telah menyetujui daftar pelanggaran khusus bagi fasilitas akomodasi haji. Daftar tersebut menjadi dasar bagi regulator untuk mengambil tindakan terhadap penyedia yang tidak memenuhi ketentuan.

Nasr Alansari mengatakan aturan baru tersebut ditujukan untuk memastikan fasilitas telah siap sebelum menerima jemaah.

Kementerian pun meminta operator yang mengajukan izin akomodasi haji 2027 agar memulai persiapan lebih awal, menyelesaikan pemeliharaan, serta memenuhi seluruh persyaratan sebelum memasukkan permohonan izin.

Lebih dari 1,7 Juta Jemaah Tunaikan Haji 2026

Penguatan regulasi akomodasi tersebut dilakukan setelah musim haji 2026 yang diikuti lebih dari 1,7 juta jemaah.

Berdasarkan data General Authority for Statistics Arab Saudi, total jemaah haji 2026 mencapai 1.707.301 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.546.655 jemaah dari luar Arab Saudi dan 160.646 warga negara serta penduduk Arab Saudi.

Pada musim haji sebelumnya, Kementerian Pariwisata juga memperluas pengawasan terhadap fasilitas perhotelan dan akomodasi sementara bagi jemaah.

Pada April, kementerian melaporkan telah melakukan lebih dari 19.000 inspeksi terhadap fasilitas perhotelan dan akomodasi sementara jemaah di Makkah dan Madinah selama musim haji. Lebih dari 11.000 inspeksi dilakukan di Makkah dan 5.000 di Madinah, sementara sekitar 3.000 kunjungan dilakukan untuk menilai kepatuhan dan kualitas layanan akomodasi sementara.

Tim lapangan juga melakukan lebih dari 3.300 kunjungan edukasi untuk mendorong kepatuhan terhadap standar kualitas dan persyaratan perizinan.

Untuk pertanyaan maupun masukan, jemaah diarahkan menggunakan Unified Tourism Center di nomor 930.

Saudi Siapkan Sistem Akomodasi Berbasis Digital

Selain memperketat regulasi, Kementerian Pariwisata Arab Saudi sebelumnya juga meluncurkan layanan akomodasi pintar untuk meningkatkan pengelolaan tempat tinggal jemaah.

Layanan tersebut mencakup pelacakan kedatangan secara real-time, indikator tingkat hunian, serta verifikasi otomatis. Sistem itu ditujukan untuk mengurangi waktu tunggu dalam proses penempatan jemaah.

Kementerian Pariwisata menegaskan pelayanan jemaah merupakan “tanggung jawab nasional bersama” yang mencerminkan tradisi panjang Arab Saudi dalam melayani tamu Allah.

Melalui standar baru tersebut, pemerintah Arab Saudi menargetkan fasilitas akomodasi haji memiliki kesiapan yang lebih baik, memenuhi ketentuan keselamatan dan pelayanan, serta mampu memberikan pengalaman menginap yang aman dan tertata bagi jemaah pada musim haji 2027.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id