himpuh.or.id

Arab Saudi Wajibkan Paket Umrah dari 4 Negara Sertakan Layanan Makan

Kategori : Berita, Ditulis pada : 19 Agustus 2026, 10:00:53

WhatsApp Image 2026-08-19 at 06.12.11.jpeg

HIMPUHNEWS — Arab Saudi mulai mewajibkan layanan makanan menjadi bagian dari paket perjalanan umrah bagi jemaah asal Mesir, India, Pakistan, dan Bangladesh. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 14 Agustus 2026.

Ketentuan ini mengubah posisi layanan makanan yang sebelumnya dapat dipilih secara terpisah setelah jemaah tiba di Arab Saudi menjadi bagian dari program perjalanan umrah yang harus tercantum dalam paket.

Kepala Komite Haji dan Umrah Kamar Dagang Madinah, Ghazi Qutb, mengatakan ketentuan tersebut mulai diterapkan pada 14 Agustus 2026. Namun, menurut dia, belum ada pernyataan publik dari Kementerian Haji dan Umrah yang menjelaskan secara lengkap negara yang masuk tahap pertama, jumlah minimum makanan, spesifikasi menu, maupun biaya tetap layanan tersebut.

Layanan Makan Masuk Paket Umrah

Menurut Qutb, penerapan ketentuan tersebut berkaitan dengan kontrak operasional antara perusahaan perjalanan dan penyedia layanan makanan.

Dengan skema baru ini, layanan katering menjadi bagian dari paket yang ditawarkan kepada jemaah dan pelaksanaannya terikat pada kontrak, pemantauan, serta klasifikasi layanan.

Kebijakan tersebut dinilai penting karena negara-negara yang masuk dalam tahap awal merupakan pasar yang mengirimkan jumlah jemaah cukup besar ke Madinah.

Qutb juga menyoroti kondisi sejumlah hotel kelas anggaran di kawasan pusat Madinah yang sebagian besar tidak memiliki dapur maupun izin untuk menyediakan makanan. Kondisi tersebut membuat penyediaan makanan melalui layanan katering menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan perjalanan umrah.

Usulkan Standar Katering Khusus Jemaah

Qutb mengusulkan penerapan “Madinah Catering Standard” yang membagi layanan katering ke dalam tiga tingkat layanan.

Standar tersebut mencakup spesifikasi makanan serta menu yang disesuaikan dengan kebangsaan jemaah. Penyesuaian ini ditujukan untuk mengurangi pemborosan makanan sekaligus menekan potensi keluhan jemaah.

Ia juga mengusulkan sistem verifikasi digital untuk memastikan makanan benar-benar diterima jemaah. Sistem tersebut dapat dikaitkan dengan izin atau permit masing-masing jemaah sehingga celah klaim katering fiktif dapat dipersempit.

Selain itu, diperlukan sistem pengelolaan makanan berlebih untuk mengurangi potensi pemborosan.

Pasar Katering Saudi Diproyeksi Tumbuh 70 Persen

Kewajiban layanan makanan dalam paket umrah juga berlangsung ketika industri katering Arab Saudi diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan.

Qutb sebelumnya menyebut pasar katering Arab Saudi diperkirakan tumbuh sekitar 70 persen hingga 2030, dengan nilai mencapai 47,8 miliar riyal Saudi (SR). Saat ini nilai pasar tersebut mencapai sekitar 28,2 miliar SR.

Pasar tersebut mencakup sekitar 23.000 perusahaan dan dapur berizin, termasuk dapur sentral dan sementara serta perusahaan katering musiman dan permanen.

Selain industri katering, nilai produksi makanan Arab Saudi diperkirakan mencapai 104 miliar SR pada 2029, dengan pertumbuhan sekitar 3,4 persen per tahun. Investasi sektor makanan disebut menyumbang sekitar 6 persen dari total investasi ekonomi Arab Saudi.

Jemaah Umrah Tembus 1,27 Juta

Sementara itu, jumlah jemaah umrah dari luar Arab Saudi terus meningkat. Kementerian Haji dan Umrah serta Guests of the Merciful Service Program mencatat kedatangan pemegang visa umrah mencapai 931.500 orang sejak awal musim pada 1 Juni 2026 hingga 15 Juli 2026.

Jumlah tersebut meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang datang dari luar Arab Saudi telah melampaui 1,27 juta orang.

Pakistan menjadi negara dengan jumlah jemaah terbesar, yakni sekitar 200.000 orang, disusul Indonesia sebanyak 170.000 orang dan Irak sekitar 130.000 orang.

Dari total jemaah umrah yang datang dari luar negeri, sekitar 75 persen masuk melalui bandara, sedangkan 25 persen lainnya melalui pelabuhan darat dan laut.

Sementara itu, jumlah jemaah umrah dari luar Arab Saudi selama Ramadan sebelumnya tercatat melampaui 1,68 juta orang.

 

SUMBER: The Islamic Information

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id