himpuh.or.id

Industri Haji dan Umrah Jadi Penopang Utama Bisnis Hotel Arab Saudi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 27 Agustus 2026, 10:33:31

WhatsApp Image 2026-08-27 at 10.36.49.jpeg

HIMPUHNEWS - Perjalanan haji dan umrah menjadi salah satu fondasi utama ketahanan industri perhotelan Arab Saudi di tengah gangguan perjalanan internasional. Hingga Juni 2026, tingkat hunian hotel di Madinah mencapai 75,1 persen, tertinggi di Kerajaan, sedangkan okupansi Makkah naik menjadi 68,2 persen.

Laporan terbaru JLL bertajuk KSA Hotels Market Dynamics Q2 2026 menunjukkan pusat wisata religi mencatatkan kinerja lebih kuat dibandingkan pasar hotel yang berorientasi pada perjalanan bisnis.

Kinerja tersebut ditopang oleh kunjungan jemaah haji dan umrah yang tetap kuat, perjalanan domestik berkelanjutan, serta strategi optimalisasi pendapatan dan biaya yang dijalankan pelaku industri.

Kondisi itu membuat pasar hotel Arab Saudi relatif terlindungi dari dampak gangguan perjalanan internasional yang lebih luas. Pada saat yang sama, pasar komersial harus menghadapi pelemahan permintaan korporasi dan bertambahnya pasokan hotel baru.

Makkah Catat Pertumbuhan Terkuat

Makkah mencatatkan pertumbuhan kinerja hotel paling kuat sepanjang tahun hingga Juni 2026. Tingkat hunian hotel di kota tersebut meningkat 4 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 68,2 persen.

Pendapatan per kamar yang tersedia atau Revenue per Available Room (RevPAR) juga tumbuh 8,7 persen. Capaian itu memperkuat posisi Makkah sebagai pasar utama yang tangguh di tengah gangguan perjalanan yang lebih luas.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan jumlah kedatangan jemaah selama musim haji dibandingkan tahun sebelumnya.

Permintaan akomodasi tidak langsung melemah setelah musim haji berakhir. Efek permintaan pascahaji turut meluas ke Madinah dan menjaga kinerja industri perhotelan di kedua Kota Suci sepanjang kuartal II-2026.

Madinah mencatat tingkat hunian tertinggi di Arab Saudi, yakni 75,1 persen. Permintaan perjalanan ibadah yang stabil mampu membatasi penurunan RevPAR menjadi 2,4 persen, meskipun tarif rata-rata harian atau Average Daily Rate(ADR) melemah.

Jemaah Menjadi Fondasi Okupansi Hotel

CEO JLL untuk Arab Saudi sekaligus Head of Capital Markets KSA Saud Al Sulaimani mengatakan perjalanan domestik dan kunjungan jemaah memberikan fondasi okupansi yang stabil bagi industri perhotelan.

“Pasar perhotelan Arab Saudi terus menunjukkan ketahanan struktural jangka panjang karena wisatawan domestik dan jemaah yang melakukan perjalanan ibadah menyediakan fondasi tingkat hunian yang stabil. Seiring Kerajaan melanjutkan pencapaian sasaran Visi 2030, investasi strategis dalam infrastruktur dan diversifikasi aset sedang mentransformasi sektor ini. Langkah-langkah tersebut akan mengangkat Kerajaan menjadi destinasi utama yang multifaset dan siap menarik audiens internasional yang sangat beragam, jauh melampaui pasar tradisional perjalanan ibadahnya,” kata Saud Al Sulaimani.

Perjalanan haji dan umrah membuat Makkah dan Madinah memiliki sumber permintaan yang relatif stabil. Ketahanan wisata religi tersebut terlihat ketika kinerja hotel di pusat bisnis mengalami tekanan lebih besar.

Riyadh membukukan penurunan terdalam akibat melemahnya permintaan korporasi dan meningkatnya persaingan pasokan hotel. Tingkat hunian di ibu kota Arab Saudi turun 9,2 poin persentase menjadi 47,6 persen, sedangkan RevPAR merosot 23,2 persen.

Jeddah menunjukkan kinerja yang lebih tangguh dengan okupansi turun 0,9 poin persentase menjadi 66,4 persen. Namun, penurunan ADR menyebabkan RevPAR berkurang 7,2 persen meskipun aktivitas perjalanan rekreasi domestik tetap berlangsung.

Kapasitas Hotel di Kota Suci Terus Bertambah

Ketahanan wisata religi dan perjalanan domestik membuat investasi terus mengalir ke pasar yang memiliki fundamental permintaan kuat.

Makkah dan Madinah meningkatkan kapasitas akomodasi untuk mendukung target pertumbuhan wisata religi dan kunjungan jemaah Arab Saudi.

Inventaris hotel Makkah bertambah sekitar 1.100 kamar pada kuartal II-2026. Dalam periode yang sama, Madinah menambahkan sekitar 220 kamar.

Penambahan tersebut membuat total persediaan akomodasi di kedua Kota Suci mencapai 354.800 kamar.

Ekspansi juga berlangsung di kota lainnya. Inventaris hotel Riyadh bertambah sekitar 490 kamar, sedangkan Jeddah menambahkan sekitar 180 kamar pada kuartal II-2026.

Bertambahnya pasokan hotel di kota-kota utama diperkirakan meningkatkan persaingan. Kondisi tersebut membuat kualitas aset, pengalaman tamu yang berbeda, dan posisi merek semakin penting untuk mempertahankan kinerja.

Operator hotel juga berfokus pada optimalisasi pendapatan, efisiensi biaya, serta kegiatan operasional berbasis teknologi untuk menghadapi perubahan pola permintaan sekaligus melindungi profitabilitas.

Visi 2030 Dorong Investasi Perhotelan

Sentimen investor terhadap industri perhotelan Arab Saudi diperkirakan tetap positif dalam jangka menengah hingga panjang. Prospek itu ditopang oleh fundamental pariwisata Kerajaan dan sasaran Visi 2030.

Aliran modal diperkirakan bergerak menuju proyek yang memiliki ketahanan permintaan teruji dan proposisi nilai yang jelas.

Komitmen pemerintah terhadap pengembangan pariwisata juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan. Fokus tersebut mencakup peningkatan infrastruktur, pelaksanaan megaproyek, perluasan sektor hiburan, dan perbaikan konektivitas.

Berbagai langkah itu diperkirakan memperluas portofolio industri perhotelan Arab Saudi. Wisata haji dan umrah menjadi fondasi pasar, sementara pengembangan destinasi lainnya diarahkan untuk menjangkau pengunjung internasional yang lebih beragam.

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan turun sekitar 5–7 persen selama lima bulan pertama 2026. Kendati demikian, prospek jangka panjang industri perhotelan tetap positif.

Kinerja pasar diperkirakan menguat seiring meningkatnya kembali kepercayaan terhadap perjalanan internasional dan semakin luasnya permintaan dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di tengah dinamika tersebut, konsistensi kunjungan jemaah haji dan umrah menempatkan Makkah dan Madinah sebagai pasar penyangga bagi sektor perhotelan Arab Saudi.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id