himpuh.or.id

Arab Saudi Buka Kompetisi Inovasi AI untuk Tingkatkan Layanan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 01 September 2026, 10:00:46

qGRdQWCthurvtwxf3iwnaXXkaVz9FokAWRPwn2rK.jpg

HIMPUHNEWS - Arab Saudi membuka peluang pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan layanan jemaah dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

General Presidency for the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque bekerja sama dengan Mohammed bin Salman Foundation atau MiSK meluncurkan edisi keenam program “Diwan Al-Ibtikar” bertajuk “Think for the Two Holy Mosques.”

Melansir The Islamic Information, program tersebut dirancang untuk mengubah gagasan kreatif menjadi prototipe yang dapat diuji dan dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan di dua masjid suci.

Program kali ini mencakup tiga bidang utama dan enam jalur inovasi. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan AI serta teknologi panduan multibahasa untuk membantu pengunjung dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.

Pendaftaran gagasan dibuka hingga 16 September 2026. Tiga solusi terbaik akan mendapatkan penghargaan finansial guna mendukung pengembangan lebih lanjut menuju tahap penerapan dan implementasi.

Dari Ide hingga Prototipe Siap Uji

Direktur Program Anas Al Shaher menjelaskan, edisi keenam “Diwan Al-Ibtikar” diarahkan untuk menghimpun berbagai ide kreatif sekaligus mengembangkannya menjadi solusi nyata yang dapat memperbaiki pelayanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Perjalanan peserta tidak berhenti pada tahap pengajuan ide. Gagasan yang masuk akan melewati serangkaian proses pengembangan hingga menghasilkan model yang dapat diuji.

Tahapan tersebut mencakup pengajuan ide, kamp virtual, kamp tatap muka, hingga pembangunan minimum viable product (MVP) yang selanjutnya diuji dan disempurnakan.

Program kemudian ditutup melalui seremoni final yang akan memilih tiga solusi terbaik.

Skema tersebut membuat “Think for the Two Holy Mosques” tidak hanya menjadi kompetisi gagasan, tetapi juga wadah pengembangan solusi yang diarahkan menuju bentuk produk atau layanan yang dapat diterapkan.

Tiga Bidang dan Enam Jalur Inovasi

Pada edisi keenam, cakupan program diperluas melalui tiga bidang utama, yakni budaya dan nilai, teknologi, serta tanggung jawab sosial.

Ketiga bidang tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam enam jalur inovasi, yaitu:

  • kunjungan ke Rawdah di Masjid Nabawi;
  • pengalaman pengunjung;
  • lingkungan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi;
  • panduan dan interaksi multibahasa;
  • kecerdasan buatan untuk dua masjid suci; serta
  • pengayaan pengalaman pengunjung.

Menurut Al Shaher, setiap jalur dilengkapi dengan pertanyaan utama dan studi kasus. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu para inovator memahami persoalan yang dihadapi dan menyusun solusi yang jelas serta dapat diterapkan.

AI Dibidik untuk Respons Darurat hingga Pengaturan Layanan

Teknologi dan kecerdasan buatan menjadi salah satu perhatian utama dalam program tersebut.

AI dinilai dapat memainkan peran dalam meningkatkan pelayanan kepada pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, termasuk melalui percepatan respons terhadap kondisi darurat dan kasus kemanusiaan.

Peserta didorong untuk merancang solusi berbasis AI yang dapat membantu menyediakan respons lebih cepat sekaligus menyesuaikan pelayanan berdasarkan tipe pengunjung, waktu, lokasi, serta tingkat kepadatan.

Program juga mengarahkan inovator untuk mengembangkan sistem panduan pintar yang dapat membantu pengunjung mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat.

Selain itu, teknologi diharapkan dapat memperkuat interaksi digital dengan pengunjung dari berbagai negara, budaya, dan bahasa.

Fokus pada panduan multibahasa menjadi penting karena layanan di dua masjid suci ditujukan kepada pengunjung dengan latar belakang yang beragam.

Tiga Solusi Terbaik Dapat Penghargaan Finansial

Tiga solusi terbaik dalam program tersebut akan memperoleh penghargaan finansial.

Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu solusi pemenang memasuki tahapan penerapan dan pelaksanaan yang lebih lanjut.

Al Shaher juga mengajak generasi muda, inovator, serta masyarakat yang memiliki gagasan untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Selain memberikan kesempatan berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan di dua masjid suci, rangkaian program juga dirancang sebagai proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan peserta.

Batas akhir pengajuan ide ditetapkan pada 16 September 2026.

Program tersebut juga terkait dengan jalur MiSK Society, salah satu dari empat jalur di bawah MiSK Foundation. Tiga jalur lainnya meliputi Leaders, Skills, dan Entrepreneurship yang secara bersama-sama diarahkan untuk mengembangkan kapasitas generasi muda dan mendukung peran mereka dalam pembangunan serta inovasi.

Namun, berdasarkan informasi dalam bahan program, layanan pendaftaran saat ini hanya tersedia di Arab Saudi dan belum dapat diakses dari luar Kerajaan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id