HIMPUH: Keselamatan dan Perlindungan Jemaah Harus Jadi Prioritas

HIMPUHNEWS - HIMPUH memahami bahwa penutupan bandara maupun pembatalan penerbangan merupakan keputusan yang harus diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Abu vulkanik merupakan risiko serius bagi penerbangan. Karena itu, keputusan pembukaan kembali bandara sepenuhnya harus mengikuti hasil pemeriksaan keselamatan dan informasi resmi otoritas penerbangan.
Kementerian Perhubungan menyatakan pemantauan abu dilakukan secara berkala, termasuk
melalui paper test, dan pesawat juga harus diperiksa sebelum kembali dioperasikan.
Namun di sisi lain, keselamatan penerbangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan dan kepastian pelayanan kepada jemaah yang terdampak.
HIMPUH mengajak seluruh PPIU untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi serta mengutamakan koordinasi melalui kanal resmi.
HIMPUH akan terus melakukan pendataan, membuka kanal komunikasi bagi anggota dan Tour Leader, serta berkoordinasi dengan pemerintah, maskapai dan stakeholder terkait sampai operasional penerbangan dan perjalanan jemaah umrah kembali berjalan normal.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
