himpuh.or.id

Semua Serba Digital, Arab Saudi Targetkan Masjidil Haram Jadi Situs Terpintar Dunia pada 2030

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 September 2026, 08:00:33

WhatsApp Image 2026-09-08 at 07.36.50.jpeg

HIMPUHNEWS — Arab Saudi menargetkan Masjidil Haram di Makkah menjadi salah satu situs terpintar di dunia pada 2030. Ambisi itu mulai diwujudkan melalui berbagai layanan digital yang telah diterapkan untuk mempercepat operasional dan meningkatkan efisiensi pelayanan jemaah.

Wakil CEO Transformasi Digital di Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohammed Al-Saqr, mengatakan transformasi digital telah memberikan dampak nyata terhadap sejumlah layanan di Masjidil Haram.

Salah satunya melalui platform mobilitas pintar yang mengotomatiskan layanan transit sekaligus mengintegrasikan sistem pemesanan dan pembayaran elektronik.

Dalam pelaksanaannya, sistem tersebut berhasil memangkas waktu tunggu dari sekitar dua jam menjadi hanya sembilan menit selama musim haji terakhir.

Administrasi 8 Hari Dipangkas Jadi 8 Menit

Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan operasional buka puasa di Masjidil Haram.

Sebanyak 38 juta makanan dengan nilai transaksi hampir 500 juta riyal Saudi atau sekitar Rp2,3 triliun telah didistribusikan melalui sistem tersebut.

Otomatisasi dan integrasi platform disebut mampu memangkas proses administrasi secara drastis.

Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga delapan hari kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar delapan menit.

Transformasi ini menjadi bagian dari upaya otoritas Arab Saudi meningkatkan efisiensi layanan di tengah besarnya volume aktivitas jemaah di Masjidil Haram.

Pemetaan Digital Tangani 600.000 Kasus per Tahun

Selain layanan mobilitas dan administrasi, otoritas juga mengembangkan sistem pemetaan digital interaktif.

Sistem tersebut menangani sekitar 600.000 kasus setiap tahun atau melayani hampir 10 persen dari sekitar 6 juta pengunjung tahunan Masjidil Haram.

Laporan dari lapangan juga ditangani melalui platform digital yang terhubung dengan 18 entitas pemerintah.

Integrasi tersebut memungkinkan koordinasi penanganan berbagai kebutuhan operasional di kawasan masjid dilakukan melalui sistem yang lebih terhubung.

Transformasi digital Masjidil Haram berjalan beriringan dengan proyek perluasan kawasan untuk menampung lebih banyak jemaah.

Perluasan ketiga Masjidil Haram mencakup area sekitar 1,214 juta meter persegi.

Area tersebut dilengkapi sistem pendingin dengan kapasitas 90.000 ton untuk mendukung kenyamanan jemaah sepanjang tahun.

Sejumlah fasilitas penunjang juga disiapkan dalam skala besar, antara lain 25.000 karpet, 17.000 dispenser air zamzam, 458 keran minum, serta 11.436 toilet dan ruang wudhu.

Untuk mendukung penyampaian suara di seluruh area masjid, sebanyak 1.300 pengeras suara juga tersedia di berbagai lantai.

428 Eskalator dan 120 Area Salat

Perluasan Masjidil Haram juga diarahkan untuk memperlancar pergerakan jemaah, terutama pada periode dengan tingkat kunjungan tinggi.

Sebanyak 428 eskalator, 28 lift, 80 pintu, dan 120 area salat dibangun untuk mendukung arus keluar-masuk jemaah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar Arab Saudi dalam Visi Saudi 2030, yang tidak hanya memperluas kapasitas fisik Masjidil Haram tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan layanan jemaah.

Dengan kombinasi ekspansi infrastruktur dan digitalisasi layanan, Masjidil Haram diarahkan menjadi kawasan ibadah yang semakin terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi menjelang 2030.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id