Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Lockdown Arab Saudi, Derita Pelaku Usaha Perjalanan Haji Umrah

Kategori : Berita, PPIU, Ditulis pada : 03 Februari 2021, 21:38:52

Ini derita pelaku usaha penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Rabu (3/2/2021), Saudi Arabia menutup lagi akses masuk bagi 20 negara, termasuk Indonesia, tanpa terkecuali jamaah Umrah. Berat karena, mereka terpaksa ‘tutup kantor’ sejak Maret 2020. Pasalnya, 27 Februari 2020, Arab Saudi sudah menerapkan lockdown akibat pandemi covid-19. Aktivitas biro haji, dan umrah praktis terhenti karena pandemi covid-19 melanda dunia.

“Penutupan akses masuk Arab Saudi itu jelas sebuah pukulan berat bagi pelaku usaha penyelenggara perjalanan ibadah Umrah (PPIU). Pasalnya, kami sudah lama tutup kantor, karena aktivitas umrah tidak jalan. Kasus per 3 Februari ini, juga tentu berdampak bagi PPIU. Terutama yang sudah mempersiapkan keberangkatan jamaahnya,” kata Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah Haji (Himpuh), H. Muhammad Firman Taufik kepada EmitenNews.com, Rabu (3/2/2021).

Firman menyebutkan, penutupan wilayah Arab Saudi per 3 Februari 2021 ini, persis sama kejadian ketika tahun lalu, 27 Februari 2020 Saudi Arabia melockdown wilayahnya. Dampaknya terutama bagi penyelenggara umrah yang sudah mempersiapkan keberangkatannya dalam waktu dekat.

Ketika Umrah dibuka kembali pada 1 November 2020 harapan mulai tumbuh. PPIU mulai bergairah kembali. Himpuh mencatat hingga kemarin tidak kurang dari 5.000-an jamaah sudah berhasil berangkat ke Tanah Suci.

Setidaknya ada tiga golongan yang terdampak langsung dalam penutupan akses masuk Arab Saudi, 3 Februari 2021. Pertama, PPIU yang akan berangkat pada 3 Februari 2021. Kedua, PPIU yang tiba di Arab Saudi, 3 Feruari 2021, dan ketiga, PPIU yang jamaahnya sudah ada di Arab Saudi saat ini.

Untuk kasus pertama dan kedua, urai Firman, repotnya karena sudah ada biaya yang dibelanjakan. Seperti untuk tiket penerbangan, visa, hotel, perlengkapan, dan lainnya. Menurut Direktur Utama PT Turisina Buana (Tibi Tours) ini, jamaah berpotensi melakukan refund atas apa yang sudah mereka bayarkan. Padahal, dana tersebut sudah tidak ada di tangan penyelenggara (PPIU) lagi.

“PPIU memiliki setidaknya 2 solusi. Yaitu, ditalangi oleh dana PPIU atau membujuk jamaah bersabar menunggu refund dari pihak-pihak terkait,” kata Firman Taufik.

Kasus kedua akan menjadi lebih berat jika setiba di Saudi, para jamaah dideportasi, berkaitan dengan penutupan wilayah Saudi.

Sementara itu, kasus 3, sangat tergantung kebijakan otoritas di Saudi Arabia. Apakah mereka bisa dipulangkan dengan penerbangan khusus repatriasi. Jika ternyata lockdown total, mereka akan tetap di Saudi Arabia hingga lockdown dibuka. Bisa jadi juga mereka dipulangkan paksa hari ini.

Dari tiga skenario tersebut dampak yang pasti bagi PPIU, faktor biaya. Dampak selanjutnya, kata Firman, animo dan kepercayaan masyarakat akan turun kembali untuk ber-Umrah. Ujung-ujungnya para penyelenggara, biro-biro perjalanan haji dan umrah, akan mati suri lagi.

“Kapankah penutupan wilayah ini akan berakhir, itu juga kendala tersendiri. Bisa 1 minggu, 2 minggu atau berbulan-bulan. PPUI yang sudah membuat jadwal series sekarang berada di kondisi serba tidak pasti,” tegasnya.

Seperti diketahui Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Selasa (2/2/2021) malam atau Rabu dini hari WIB mengumumkan penangguhan sementara kedatangan warga asing dari 20 negara dunia. Indonesia termasuk di antaranya. Penangguhan sementara mulai berlaku hari ini, Rabu (3/2/2021).

Larangan sementara kedatangan warga asing ini merupakan tindak lanjut dari larangan bepergian ke sejumlah negara yang dikeluarkan pada 13 Januari 2021 akibat terus merebaknya pandemi virus Corona penyebab coronvirus disease 2019 (Covid-19).

Kebijakan ini sesuai tindakan pencegahan dan pencegahan yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan Kerajaan Arab Saudi. Juga bagian dari upaya tanpa henti untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 serta karena pentingnya menjaga situasi epidemiologis dan publik kesehatan di negara tersebut. 

 

(emitennews.com/ICA)

built with : https://erahajj.co.id