Menhaj RI Tegas: Tidak Boleh Ada Satupun Kuota Haji yang Mubadzir!

HIMPUHNEWS - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya optimalisasi serapan kuota pada penyelenggaraan haji tahun 2026 M/1447 H.
Ia meminta jajarannya untuk gerak cepat dalam mengisi sisa kuota akibat jemaah yang wafat, sakit, atau mengundurkan diri.
"Isu kuota ini sangat krusial di tingkat nasional. Saya tidak ingin melihat ada satu kursi pun yang kosong atau mubazir hanya karena lambatnya administrasi mitigasi," ujarnya seperti dilansir dari website haji.go.id, Sabtu (4/4/2026).
Ia menginstruksikan sistem Siskohat di daerah juga bekerja proaktif agar posisi yang kosong segera diisi oleh jemaah cadangan yang telah memenuhi syarat pelunasan.
"Setiap kursi adalah harapan jemaah yang sudah mengantre belasan tahun," tandasnya.
Di samping soal kuota haji, Menhaj juga memberikan tenggat waktu yang ketat terkait distribusi perlengkapan jemaah. Ia menegaskan bahwa koper dan atribut haji harus sudah 100 persen diterima jemaah sebelum mereka masuk asrama.
Selain itu, kelayakan fasilitas seperti kasur, AC, serta kualitas katering dengan menu khusus lansia menjadi prioritas utama.
"Wajah pelayanan kementerian kita tercermin dari bagaimana kita menjamu tamu Allah di asrama. Jika ada vendor yang lamban atau fasilitas asrama yang tidak layak, saya instruksikan untuk segera diganti dalam hitungan hari. Tidak ada kompromi untuk kenyamanan jemaah, terutama bagi para lansia kita," pungkas Menhaj.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
