himpuh.or.id

Avtur Melonjak 2-3 Kali Lipat Imbas Perang, Pemerintah Cari Solusi agar Biaya Haji Tak Naik

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 April 2026, 08:00:43

 

WhatsApp Image 2026-03-26 at 11.17.32.jpeg
 

HIMPUHNEWS — Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) hingga 2-3 kali lipat akibat konflik Timur Tengah mulai berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah kini memutar otak agar kenaikan tersebut tidak membebani jemaah.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan kenaikan harga avtur menjadi salah satu dampak paling terasa dari situasi global saat ini, terutama pada komponen biaya penerbangan haji.

"Avtur naik 2-3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini dan kita sedang mencari pemecahannya," ujar Gus Irfan dalam pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Kantor Kemenhaj, Selasa (7/4/2026).

Gus Irfan menegaskan pemerintah berupaya mencari jalan keluar agar lonjakan biaya tidak dibebankan kepada jemaah haji. Ia menyebut arahan langsung datang dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Presiden tentu menekankan apapun yang terjadi jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita," jelas Menhaj.

Selain itu, keputusan yang diambil pemerintah juga harus mengedepankan aspek keselamatan jemaah.

"Pak Presiden juga menyatakan bahwa apapun keputusan pemerintah Indonesia semuanya berdasar pada pertimbangan keamanan dan keselamatan Warga Negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji," terang Gus Irfan.

Dampak Global Konflik Mulai Terasa

Sementara itu, pihak Arab Saudi memastikan ketersediaan bahan bakar di negaranya tetap aman. Namun, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah disebut membawa dampak luas secara global.

"Berkaitan dengan BBM kita aman. Namun demikian, kita juga tidak menginginkan dampak (peperangan) ini dirasakan oleh negara-negara lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa peperangan ini telah berdampak secara signifikan terhadap keamanan energi, keamanan pangan, keamanan supply chain dan lain sebagainya," kata Faisal.

Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk mencegah konflik meluas karena dampaknya sudah mulai dirasakan, termasuk pada harga energi.

"Oleh karena suara sangat diperlukan untuk mencegah melebarnya peperangan ini sehingga dampaknya tidak meluas. Yang sebagaimana tadi disinggung bahwa dampak yang paling nyata adalah dengan kenaikan BBM, harga minyak dalam kurun waktu kurang daripada seminggu, harganya telah mencapai kenaikan yaitu 65%" terangnya.

"Kenaikan ini tentu berdampak langsung terhadap naiknya harga avtur. Kemudian juga naiknya otomatis terhadap tiket-tiket yang berlaku untuk pelaksanaan ibadah," tandas Dubes Faisal.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id