himpuh.or.id

6000 Armada Bus Disiagakan! Ini Strategi Transportasi Jemaah di Madinah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 April 2026, 08:00:22

cab0dc4f-f537-4919-99e5-bff590d04957-1776806156974.jpeg

HIMPUHNEWS - Pergerakan jemaah haji Indonesia di Madinah mulai dipersiapkan seiring kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan layanan transportasi darat diperkuat dengan ribuan armada bus guna menjamin mobilitas jemaah berlangsung tertib dan nyaman.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan sejak fase kedatangan, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan jemaah dari bandara menuju pemondokan.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan penyediaan armada tahun ini melibatkan banyak pihak.

“Armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 bus dengan tipe bus besar yang nyaman untuk perjalanan jemaah,” ujarnya.

Sebanyak 15 perusahaan transportasi dilibatkan untuk mendukung operasional angkutan jemaah selama berada di Madinah.

Meski menggunakan bus berkapasitas besar, pengaturan jumlah penumpang tetap diperketat. Setiap armada hanya diisi maksimal 42 jemaah guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Selain itu, sistem pendataan rombongan juga disusun secara terstruktur, mencakup asal embarkasi, jumlah jemaah, hingga pembagian armada yang digunakan. Skema ini diterapkan untuk memperkuat kontrol dan koordinasi di lapangan.

Dari sisi operasional, waktu tempuh dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel di Madinah diperkirakan sekitar satu jam.

Untuk itu, koordinasi antara petugas di bandara dan sektor pemondokan dilakukan secara real time guna memastikan proses penjemputan berjalan lancar.

“Begitu jemaah diberangkatkan dari bandara, informasi langsung kami terima agar tim di hotel dapat menyiapkan penyambutan,” jelasnya, saat berada di Kantor Daker Madinah, Selasa (21/04).

Mitigasi Jemaah Tertinggal

Kemenhaj juga menyiapkan skenario antisipasi apabila terdapat jemaah yang tertinggal dalam rombongan, baik di hotel maupun titik pergerakan lainnya.

“Jika ada jemaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan operasional tambahan untuk menjemput dan memastikan mereka tetap terlayani dengan baik,” tambahnya.

Kendaraan cadangan seperti minibus operasional disiapkan untuk memastikan seluruh jemaah tetap terlayani tanpa hambatan.

Dengan dukungan ribuan armada serta sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, pemerintah menargetkan layanan transportasi jemaah di Madinah dapat berjalan lebih efektif, teratur, dan memberikan kenyamanan maksimal selama pelaksanaan ibadah haji.

 

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id