himpuh.or.id

Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam untuk Jemaah di Madinah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 April 2026, 08:39:22

babb02c3-45ca-4ade-9374-ad7afad0241f-1776804022672.jpg

HIMPUHNEWS - Upaya menjaga kesehatan jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026 terus diperketat. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan layanan kesehatan di Madinah berlangsung 24 jam penuh, didukung sistem rujukan ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Penguatan layanan ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko kesehatan, termasuk dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik jemaah selama menjalankan ibadah.

Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, menegaskan bahwa layanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia(KKHI) tetap beroperasi penuh setiap hari.

“Dua puluh empat jam tiap hari, ya,” ujarnya saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, tenaga medis selalu tersedia untuk menangani berbagai keluhan kesehatan jemaah. Tim KKHI terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat, apoteker, tenaga laboratorium, radiografer, hingga ahli sanitasi.

Fasilitas pendukung juga disiapkan secara lengkap, mulai dari ambulans, ruang perawatan, hingga peralatan medis seperti radiologi rontgen, USG, serta layanan farmasi.

Sistem Rujukan Terintegrasi

Selain layanan di klinik, KKHI menerapkan sistem rujukan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan. Skema ini diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Beberapa rumah sakit mitra yang terlibat antara lain Saudi German Hospital, serta rumah sakit pemerintah seperti King Fahd Hospital dan Al Madinah Hospital.

Dengan dukungan jaringan tersebut, proses rujukan diharapkan dapat berlangsung cepat dan sesuai kebutuhan medis jemaah.

Di tengah layanan yang disiapkan, petugas juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, terutama dari risiko dehidrasi yang kerap terjadi selama musim haji.

“Kadang jemaah tidak mau minum karena takut sering ke kamar kecil, justru itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi,” jelasnya.

Ia menyarankan jemaah tetap mengonsumsi air secara rutin dalam jumlah kecil namun sering, agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

Dengan layanan kesehatan 24 jam dan sistem rujukan yang terintegrasi, pemerintah menargetkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan optimal selama berada di Tanah Suci.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id