Saudi Ingatkan Bahaya Iklan Haji Palsu di Medsos Jelang Haji 2026

HIMPUHNEWS - Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap maraknya praktik penipuan berkedok perjalanan ibadah. Ministry of Interior Saudi Arabia mengeluarkan peringatan keras terkait iklan haji palsu dan biro perjalanan tanpa izin yang beredar, terutama di media sosial.
Dilansir dari Saudi Gazette, otoritas Saudi mengingatkan warga lokal maupun ekspatriat agar tidak mudah percaya pada promosi yang menyesatkan, mengingat modus penipuan haji semakin beragam dan berpotensi merugikan calon jamaah.
Wajib Verifikasi Penyelenggara Haji
Pemerintah Saudi menegaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap penyelenggara haji sebelum mendaftar. Masyarakat diminta memastikan layanan yang dipilih telah memiliki izin resmi dan terdaftar dalam situs Kementerian Haji dan Umrah.
Selain itu, masyarakat juga diimbau aktif melaporkan pelanggaran aturan haji melalui nomor darurat 911 untuk wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur, serta 999 untuk wilayah lainnya.
Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan sekaligus melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang kerap meningkat menjelang musim haji.
Pemerintah Indonesia Ikut Ingatkan WNI
Peringatan serupa juga disampaikan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah.
Hal itu ditegaskan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Bina PHU Puji Raharjo dan Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary di Kantor KJRI Jeddah pada Jumat (3/4/2026).
Kedua pihak sepakat memperkuat edukasi publik agar Warga Negara Indonesia (WNI) tidak terjebak praktik haji non-prosedural.
"Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui visa haji resmi sebagai dokumen sah untuk beribadah haji," ujar Puji dikutip dari situs resmi Kemenhaj RI.
Jangan Tergiur Visa Non-Resmi
Yusron mengingatkan masyarakat untuk memastikan jenis visa sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Masyarakat jangan mudah terbujuk iming-iming jalur cepat. Visa ziarah, visa kunjungan, atau dokumen lainnya di luar ketentuan tidak dapat digunakan untuk berhaji. Hanya visa haji yang ditetapkan otoritas Saudi yang diterima," tegas Yusron.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya terpaku pada nama paket perjalanan seperti haji Furoda, tetapi memastikan legalitas dan kepastian visa yang digunakan.
"Masyarakat jangan terpaku pada nama paketnya, tetapi pastikan kepastian visa hajinya, legalitas penyelenggaranya, dan kesesuaian prosedur dengan aturan resmi pemerintah," tambahnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
