Hampir 6.000 Jemaah Haji Tiba di Madinah, Pemerintah Beri Imbauan Ini

HIMPUHNEWS - Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah, Arab Saudi, langsung diiringi imbauan ketat dari otoritas haji untuk menjaga kondisi fisik. Hal ini mengingat mayoritas jemaah berasal dari kelompok lanjut usia yang rentan mengalami kelelahan selama menjalani rangkaian ibadah panjang di Tanah Suci.
Pada hari pertama kedatangan, sebanyak 5.997 jemaah haji yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, hingga pukul 22.55 waktu Arab Saudi.
Jemaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh sejak awal kedatangan. Menurutnya, jemaah tidak perlu memaksakan diri dalam beribadah jika kondisi fisik belum sepenuhnya pulih.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi kunci agar jemaah dapat mengikuti puncak ibadah haji pada Mei mendatang secara optimal.
Waspadai Cuaca Madinah, Jemaah Diminta Gunakan Pelindung
Selain faktor kelelahan, perubahan cuaca di Madinah juga menjadi perhatian. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, meminta jemaah untuk melindungi diri dari paparan panas yang berpotensi mengganggu kesehatan.
“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya, Kamis (23/04).
Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir guna menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah imbauan pembatasan aktivitas, sebagian jemaah justru mendapatkan kemudahan akses ibadah. Lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter pertama menempati hotel yang berjarak sangat dekat dengan Masjid Nabawi, yakni sekitar 50 meter.
Lokasi tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas, untuk menjalankan ibadah dan berziarah, termasuk ke Raudhah.
Selain itu, hotel yang ditempati berada di sekitar pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga akses menuju area ibadah menjadi lebih mudah dan efisien.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
