himpuh.or.id

Imigrasi “Selesai di Indonesia”, Mecca Route Bikin Jemaah Haji Tak Perlu Lagi Antre di Bandara Saudi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 24 April 2026, 08:00:32

 

 

HIMPUHNEWS - Pemerintah memastikan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M berjalan semakin mulus lewat implementasi layanan Makkah Route. Skema ini menjadi terobosan penting karena memangkas proses keimigrasian di Arab Saudi, sehingga jemaah bisa langsung menuju hotel setibanya di Madinah tanpa antre panjang di bandara.

Sejak operasional haji dimulai pada 22 April 2026, jemaah diberangkatkan dari sejumlah embarkasi yang telah menerapkan layanan ini, yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Melalui skema Makkah Route, seluruh proses keimigrasian dan administrasi telah diselesaikan sejak di Indonesia. Setibanya di Madinah, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi ulang dan langsung diarahkan menuju akomodasi masing-masing.

Skema ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat kedatangan jemaah lebih cepat, tertib, dan minim kelelahan.

Layanan Terpadu dari Biometrik hingga Bagasi

Makkah Route mencakup berbagai layanan terintegrasi, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa haji elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian yang dilakukan di bandara keberangkatan.

Tak hanya itu, pengelolaan bagasi juga telah diatur sejak awal. Koper jemaah dikirim langsung ke hotel di Arab Saudi sesuai dengan pengaturan transportasi dan akomodasi, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengurus barang setibanya di Tanah Suci.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa layanan ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya di Jakarta (23/4/2026).

Ia menegaskan, integrasi sistem ini membuat jemaah tidak lagi terbebani prosedur berulang ketika tiba di Arab Saudi.

“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” tambahnya.

Program Makkah Route merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian di Arab Saudi, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Haji dan Umrah.

Sejak diluncurkan pada 2017, program ini telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah dari berbagai negara.

Pemerintah menilai kehadiran Makkah Route menjadi bagian penting dari transformasi layanan haji Indonesia, tidak hanya dalam aspek operasional, tetapi juga dalam peningkatan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan.

Dengan sistem yang semakin terintegrasi, penyelenggaraan haji tahun ini diharapkan berlangsung lebih lancar dan memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk bagi jemaah Indonesia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id