himpuh.or.id

Layanan Kesehatan Haji 2026 Diperkuat, Ada Klinik di Setiap Sektor

Kategori : Berita, Ditulis pada : 27 April 2026, 08:30:26

a6f434a9-c7ed-4afa-8957-868ed49b8c97-1777148263243.JPG

HIMPUHNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan sistem layanan kesehatan berlapis bagi jemaah haji Indonesia di Makkah pada musim haji 2026. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah penyediaan klinik satelit di setiap sektor untuk mempercepat penanganan awal bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.

Kebijakan ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di tengah jumlah jemaah yang besar dan tersebar di berbagai wilayah pemondokan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa setiap sektor akan diperkuat tenaga medis yang siaga mendampingi jemaah.

"Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor," kata Ihsan di Makkah, Minggu.

Klinik Satelit Jadi Garda Terdepan Penanganan Jemaah

Klinik satelit difungsikan sebagai titik pertolongan pertama sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Dengan skema ini, jemaah tidak perlu langsung menuju rumah sakit saat mengalami keluhan kesehatan ringan.

Jika kondisi jemaah membutuhkan penanganan lanjutan, rujukan akan dilakukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung ke rumah sakit di Arab Saudi.

Secara keseluruhan, layanan kesehatan haji Indonesia diperkuat oleh sekitar 200 tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Makkah dan Madinah. Jumlah ini di luar petugas medis yang telah melekat di masing-masing kloter.

Distribusi tenaga kesehatan tersebut diharapkan mampu menjangkau jemaah secara lebih cepat dan merata.

Penyesuaian Kebijakan Arab Saudi

Penyediaan klinik satelit juga merupakan respons terhadap kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M terkait rasio layanan kesehatan, yakni satu klinik minimal melayani 5.000 jemaah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyebut pemerintah telah menyiapkan total 40 klinik kesehatan di 10 sektor wilayah Makkah. Sementara di Madinah, disiapkan lima klinik di lima sektor.

"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal," ujar dia.

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Sistem ini bertujuan agar setiap jemaah mendapatkan penanganan sesuai kondisi secara cepat dan tepat.

Selain itu, mutu layanan kesehatan juga diawasi langsung oleh pihak eksternal, yakni Saudi German Hospital, sebagai penyedia kesehatan swasta terakreditasi di Arab Saudi.

Distribusi obat-obatan pun dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah, kemudian disalurkan kepada petugas kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel.

Dengan adanya klinik satelit di tiap sektor, sistem rujukan berjenjang, serta pengawasan layanan yang diperketat, pemerintah menargetkan pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan merata.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id