Ada Gangguan Teknis, 2 Penerbangan Haji Terpaksa Tunda Keberangkatan

HIMPUHNEWS - Gangguan teknis pada penerbangan haji kembali terjadi di awal fase keberangkatan jemaah Indonesia menuju Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan dua penerbangan maskapai Saudia Airlines mengalami kendala, sehingga ratusan jemaah harus ditunda keberangkatannya dan dialihkan ke akomodasi sementara.
Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan layanan dan pendampingan penuh selama proses penanganan berlangsung.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada penerbangan rute Surabaya–Madinah dan Batam–Madinah.
“Adanya beberapa kendala teknis pada penerbangan jamaah calon haji yang saat ini dalam penanganan,” ujar Maria dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Kendala pertama terjadi pada Minggu (26/4), saat pesawat rute Surabaya–Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu, Medan, akibat gangguan pada sistem hidrolik.
Sebanyak 380 calon jemaah haji terdampak dari penerbangan tersebut telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel berbeda di sekitar bandara. Selama masa tunggu, jemaah tetap mendapatkan layanan serta pendampingan dari petugas haji.
Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi jemaah tetap terjaga sembari menunggu penanganan teknis pesawat.
Insiden serupa terjadi pada Senin (27/4), ketika pesawat yang mengangkut jemaah embarkasi Batam Kloter 5 mengalami gangguan pada sistem flight control setelah tiba di Bandara Hang Nadim.
Hingga kini, proses perbaikan masih berlangsung sambil menunggu kedatangan suku cadang yang dibutuhkan.
Untuk sementara, jemaah dialihkan ke lima hotel berbeda dengan pendampingan penuh dari petugas.
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah selama proses penanganan kendala berlangsung.
“Koordinasi terus dilakukan dengan pihak maskapai dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan ini,” ujar Maria.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi agar keberangkatan jemaah dapat kembali berjalan sesuai jadwal.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
