himpuh.or.id

Mina Jadi Titik Terlemah Layanan Haji 2026, Menhaj Beberkan Catatan Tim Amirul Hajj

Kategori : Berita, Ditulis pada : 09 Juni 2026, 08:30:22

6a1ad0cd3592c.jpeg

HIMPUHNEWS — Evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai dirumuskan setelah Tim Amirul Hajj atau Pemimpin Misi Haji kembali ke Tanah Air. Dari sejumlah catatan yang disampaikan, layanan di Mina menjadi perhatian utama karena dinilai sebagai titik paling kompleks selama pelaksanaan puncak ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan berbagai rekomendasi yang disampaikan Tim Amirul Hajj akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.

“Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama, peningkatan layanan di Mina,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Senin.

Menurut Menhaj Irfan, tantangan di Mina tidak terlepas dari keterbatasan wilayah yang harus menampung jutaan jamaah dari berbagai negara pada waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut membuat kepadatan jamaah menjadi salah satu persoalan yang sulit dihindari saat fase puncak haji berlangsung.

Luas Terbatas, Kepadatan Tak Terhindarkan

Menhaj menjelaskan bahwa luas kawasan Mina jauh lebih kecil dibandingkan Arafah. Selain itu, sebagian wilayah Mina merupakan kawasan berbatu sehingga tidak seluruh area dapat digunakan untuk aktivitas jamaah.

“Arafah di sekitar 17 km persegi, sementara Mina hanya sekitar 8-9 km persegi, itupun yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu, tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada kepadatan dari jumlah jamaah,” kata Menhaj Irfan.

Karena itu, peningkatan kualitas layanan di Mina menjadi salah satu rekomendasi utama yang diberikan Tim Amirul Hajj kepada pemerintah.

Selain layanan di Mina, evaluasi juga mencakup ketepatan waktu transportasi pada fase sebelum dan sesudah Armuzna. Tim Amirul Hajj menilai aspek transportasi masih perlu diperkuat agar mobilitas jamaah dapat berjalan lebih lancar.

Hotel Dekat Masjidil Haram hingga Konsumsi Jadi Catatan

Rekomendasi berikutnya menyasar sektor akomodasi. Pemerintah didorong untuk meningkatkan kualitas layanan pemondokan sehingga semakin banyak jamaah Indonesia dapat menempati hotel yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram.

“Serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah,” katanya.

Tim Amirul Hajj juga menyoroti perlunya penyelarasan kualitas pelayanan antara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter maupun non-kloter.

Menurut Menhaj, hasil evaluasi menunjukkan petugas yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh memiliki kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingkan petugas yang tidak mendapatkan pembekalan serupa.

Atas dasar itu, standarisasi pelatihan serta peningkatan kompetensi petugas haji akan menjadi salah satu fokus pembenahan dalam penyelenggaraan haji berikutnya.

Penguatan Istitha'ah Kesehatan Jadi Prioritas

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian khusus dalam rekomendasi Tim Amirul Hajj. Evaluasi mencakup penguatan istitha'ah kesehatan jamaah, sistem penanganan jamaah sakit, hingga kebutuhan tenaga kesehatan selama operasional haji.

Menurut Menhaj Irfan, sektor kesehatan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam persiapan penyelenggaraan haji mendatang.

"Kami ingin memastikan bahwa jamaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istitha'ah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," ujarnya.

Selain itu, rekomendasi yang diterima pemerintah juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, serta penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Menhaj mengungkapkan bahwa otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam tata kelola layanan jamaah yang harus terus dijaga sekaligus ditingkatkan pada masa mendatang.

“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” kata Menhaj Irfan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id