himpuh.or.id

PPIH Pulangkan 142 Jemaah Haji Sakit Lebih Awal Lewat Program Tanazul

Kategori : Berita, Ditulis pada : 17 Juni 2026, 07:30:36

WhatsApp Image 2026-06-17 at 10.18.03.jpeg

HIMPUHNEWS – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memulangkan 142 jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan ke Indonesia melalui program Tanazul. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan jamaah yang sakit tetap dapat kembali ke Tanah Air dengan aman berdasarkan pertimbangan medis.

Pemulangan melalui program Tanazul dilakukan setelah jamaah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Aspek keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum jamaah dinyatakan layak terbang.

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah Syougie menjelaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi jamaah yang memiliki indikasi medis tertentu sehingga perlu dipulangkan lebih awal dibanding kelompok terbang (kloter) asalnya.

"Program Tanazul ini merupakan program di mana jamaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya. Atau jika jamaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia, itu kita pulangkan," ujar Syougie di Makkah, Selasa (16/06).

Ratusan Permohonan Tanazul Masuk ke KKHI

Menurut Syougie, setiap jamaah yang diusulkan mengikuti program Tanazul wajib melalui proses asesmen kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi medis jamaah, baik yang memiliki penyakit penyerta maupun yang baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah kondisi kesehatan dinilai stabil, tim medis KKHI akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sesuai dengan penyakit yang diderita jamaah.

"Setelah dinilai stabilitasnya, akan kita konsulkan ke DPJP terkait. Misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke spesialis jantung, pasca-stroke kita konsulkan ke dokter saraf. Hasilnya dinilai apakah layak terbang atau tidak untuk diprogramkan mutasinya," jelas Syougie.

KKHI mencatat tingginya permintaan program Tanazul selama musim haji tahun ini. Syougie menyebut pihaknya menerima sekitar 400 permohonan pemulangan lebih awal dari jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.

Namun, tidak seluruh permohonan berujung pada pelaksanaan Tanazul. Sebagian jamaah yang sebelumnya diusulkan mengalami perbaikan kondisi kesehatan sehingga dapat kembali bergabung dan pulang bersama kloter masing-masing.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun KKHI, sebanyak 142 jamaah telah dipulangkan melalui program Tanazul. Adapun jumlah permohonan yang tercatat mencapai 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 permohonan baru yang masuk pada awal pekan ini.

Pemantauan Ketat Hingga Naik Pesawat

PPIH memastikan seluruh jamaah yang dipulangkan melalui program Tanazul tetap mendapatkan pengawasan medis secara ketat hingga keberangkatan.

"Untuk jamaah sakit, kita akan nilai ulang kembali sebelum penerbangan," katanya.

Selain pemeriksaan ulang, petugas kesehatan juga memberikan pendampingan selama proses pemulangan berlangsung. Jamaah akan dipantau secara berkala sejak berada di ruang tunggu bandara hingga naik ke pesawat yang membawa mereka kembali ke Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap stabil selama perjalanan udara menuju Tanah Air.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id