Pintu Jibril di Masjid Nabawi: Saksi Pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Malaikat Pembawa Wahyu
HIMPUHNEWS – Di antara pintu-pintu Masjid Nabawi yang setiap hari dilalui ribuan peziarah dari berbagai penjuru dunia, terdapat sebuah pintu yang menyimpan kisah istimewa dari masa kenabian. Namanya Pintu Jibril, sebuah tempat yang mengingatkan umat Islam pada salah satu peristiwa agung: pertemuan Rasulullah ﷺ dengan Malaikat Jibril عليه السلام.
Bagi banyak jemaah yang berziarah ke Masjid Nabawi, Pintu Jibril mungkin hanya tampak sebagai salah satu akses menuju masjid. Namun di balik namanya, tersimpan sejarah yang menghubungkan langit dan bumi, wahyu dan kenabian, serta kemuliaan seorang sahabat yang namanya dikenang sepanjang zaman.
Pintu yang berada di sisi timur Masjid Nabawi itu dinamakan Pintu Jibril karena menjadi simbol dari kisah kedatangan Malaikat Jibril عليه السلام kepada Rasulullah ﷺ. Dalam beberapa kesempatan, malaikat pembawa wahyu itu datang menemui Nabi ﷺ dengan mengambil rupa seorang sahabat yang dikenal memiliki wajah tampan dan akhlak mulia, yakni Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه.
Sahabat yang Wajahnya Menjadi Perumpamaan Ketampanan
Nama Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه mungkin tidak seterkenal Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, atau Utsman bin Affan رضي الله عنهم. Namun dalam sejarah Islam, beliau memiliki kedudukan yang istimewa.
Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi رضي الله عنه merupakan salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang ikut dalam Perang Uhud serta berbagai peperangan setelahnya. Selain dikenal karena kecerdasan dan kebijaksanaannya, beliau juga masyhur karena ketampanan wajahnya.
Bahkan para ulama menyebut bahwa Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه menjadi perumpamaan bagi ketampanan di kalangan sahabat.
Keistimewaan itulah yang membuat Malaikat Jibril عليه السلام sering datang dalam wujudnya ketika menemui Rasulullah ﷺ.
Imam An-Nasa’i meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwa:
"Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi ﷺ dalam rupa Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi radhiyallahu ‘anhu."
Riwayat tersebut menjadi salah satu keterangan yang menunjukkan kemuliaan sahabat Rasulullah ﷺ tersebut.
Utusan Rasulullah kepada Kaisar Romawi
Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه tidak hanya dikenal karena ketampanannya. Rasulullah ﷺ juga mempercayakan tugas besar kepadanya sebagai duta Islam.
Beliau pernah diutus oleh Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan surat dakwah kepada Heraklius, Kaisar Romawi Timur. Tugas itu menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan Nabi ﷺ kepada dirinya.
Dalam berbagai kitab sirah, Dihyah dikenal sebagai sosok yang memiliki kecerdasan, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepribadian yang dihormati.
Nama lengkap beliau adalah Dihyah bin Khalifah bin Farwah bin Fadhalah bin Zaid bin Imri’ul Qais bin Al-Khazraj bin ‘Amir bin Bakr bin ‘Amir Al-Akbar bin ‘Auf Al-Kalbi.
Ketika Malaikat Jibril Datang dalam Wujud Dihyah
Kisah tentang Malaikat Jibril yang datang dalam rupa Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه juga disebutkan oleh sejumlah ulama hadis dan sejarah Islam.
Ibnu Hajar Al-Asqalani رحمه الله dalam kitab Al-Ishabah menuliskan:
"Beliau menjadi perumpamaan dalam ketampanan rupa, dan Jibril ‘alaihissalam sering turun dalam wujudnya."
Keterangan serupa juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Ummu Salamah رضي الله عنها.
Para ulama menjelaskan bahwa ketika Jibril datang dalam bentuk manusia, beliau sering mengambil rupa yang dikenal baik oleh para sahabat sehingga tidak menimbulkan ketakutan atau kegelisahan.
Di antara berbagai rupa yang pernah digunakan, sosok Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه menjadi yang paling sering disebut dalam riwayat-riwayat sahih.
Pelajaran dari Pintu Jibril
Bagi jemaah yang berkesempatan mengunjungi Masjid Nabawi, Pintu Jibril bukan sekadar bagian dari bangunan bersejarah. Ia adalah pengingat tentang eratnya hubungan antara wahyu dan perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ.
Pintu itu juga mengingatkan umat Islam pada sosok sahabat yang tidak hanya dianugerahi ketampanan fisik, tetapi juga kemuliaan akhlak, kecerdasan, keberanian, dan kepercayaan dari Rasulullah ﷺ.
Kisah Dihyah Al-Kalbi رضي الله عنه mengajarkan bahwa kemuliaan seorang Muslim tidak terletak pada penampilannya semata, melainkan pada iman, akhlak, dan pengabdian kepada agama.
Di tengah hiruk-pikuk peziarah yang lalu lalang di Masjid Nabawi, Pintu Jibril seolah menjadi saksi bisu sebuah kisah agung: tentang seorang nabi yang menerima wahyu, malaikat yang membawa risalah langit, dan seorang sahabat mulia yang namanya diabadikan dalam sejarah Islam hingga hari ini.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

