Memahami Tanazul, Mekanisme yang Membuat Jemaah Haji Bisa Pulang Lebih Cepat atau Tertunda
HIMPUHNEWS – Kepulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air tidak selalu berlangsung sesuai jadwal kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan sejak awal. Dalam operasional haji, terdapat mekanisme khusus yang memungkinkan jemaah pulang lebih cepat atau justru tertunda dari jadwal semula.
Mekanisme tersebut dikenal dengan istilah Tanazul, sebuah layanan yang diberikan kepada jemaah dengan kondisi dan kebutuhan tertentu selama proses pemulangan dari Arab Saudi.
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa layanan Tanazul saat ini cukup sering diterapkan dalam operasional pemulangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
"Saat ini di Daker Bandara, kami sering melakukan pelayanan Tanazul kepada jemaah haji, baik itu Tanazul Awal maupun Tanazul Akhir," ujar Abdul Basir saat ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Jumat (12/6).
Ada Dua Jenis Tanazul
Menurut Abdul Basir, Tanazul dibagi menjadi dua kategori utama, yakni Tanazul Awal dan Tanazul Akhir.
Tanazul Awal merupakan pengajuan kepulangan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Dalam skema ini, jemaah akan dipulangkan bersama kloter lain yang memiliki jadwal keberangkatan lebih awal menuju Indonesia.
Sementara itu, Tanazul Akhir merupakan penundaan kepulangan jemaah yang seharusnya telah kembali ke tanah air sesuai jadwal kloternya. Jemaah tersebut kemudian dipindahkan ke kloter berikutnya hingga kondisi atau kebutuhannya memungkinkan untuk pulang.
Faktor Kesehatan Jadi Penyebab Dominan
Abdul Basir menjelaskan, sebagian besar pengajuan Tanazul berkaitan dengan kondisi kesehatan jemaah.
Untuk Tanazul Awal, kebijakan tersebut diberikan kepada jemaah yang sedang sakit namun telah dinyatakan layak terbang oleh dokter sehingga dapat segera memperoleh penanganan lanjutan di Indonesia.
"Daripada nanti terjadi sesuatu atau dirawat lebih lama di rumah sakit Arab Saudi, dan kondisi saat ini dinyatakan layak terbang oleh dokter, maka diizinkan pulang lebih awal," jelasnya.
Sebaliknya, Tanazul Akhir umumnya diberikan kepada jemaah yang belum memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara saat jadwal kepulangan kloternya tiba. Mereka harus menjalani perawatan terlebih dahulu hingga kondisi kesehatannya membaik.
Bisa Diajukan karena Kepentingan Kedinasan
Meski mayoritas berkaitan dengan faktor kesehatan, Tanazul tidak hanya diperuntukkan bagi jemaah yang sakit.
Abdul Basir mengungkapkan terdapat sejumlah kasus di mana jemaah mengajukan kepulangan lebih cepat karena alasan kedinasan atau kebutuhan khusus lainnya.
"Tanazul bukan hanya untuk jemaah sakit. Ada juga beberapa jemaah yang karena kepentingan kedinasan meminta izin untuk dipulangkan lebih cepat. Hal tersebut dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu dan izin dari PPIH Arab Saudi," tambah Basir.
Harus Ada Kursi Kosong dan Lolos Pemeriksaan Kesehatan
Pengajuan Tanazul Awal tidak serta-merta dapat langsung disetujui. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah tersedianya kursi kosong pada kloter yang akan diikuti oleh jemaah.
Selain itu, aspek kesehatan menjadi faktor penentu yang mendapat perhatian khusus dari petugas.
Sebelum diberangkatkan, jemaah akan menjalani pemantauan kesehatan oleh tim medis PPIH Arab Saudi. Setelah tiba di bandara, pemeriksaan kembali dilakukan oleh klinik resmi yang berada di bawah otoritas bandara Arab Saudi.
Pemeriksaan berlapis tersebut bertujuan memastikan kondisi jemaah benar-benar memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.
Jika Tidak Layak Terbang, Jemaah Dirujuk ke Rumah Sakit
PPIH juga menerapkan prosedur khusus apabila hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan jemaah tidak memenuhi syarat untuk terbang.
Dalam kondisi tersebut, jemaah tidak diperkenankan naik pesawat dan akan dikembalikan kepada petugas PPIH untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit terdekat dari bandara guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Sebaliknya, apabila hasil assessment menyatakan jemaah layak terbang, proses kepulangan dapat dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui mekanisme Tanazul, PPIH berupaya memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung lebih fleksibel tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kondisi kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

