Siapa Abdul Rahim Amin Bukhari? Sosok yang Namanya Terabadikan di Kiswah Ka'bah Selama Lebih dari 50 Tahun
HIMPUHNEWS — Di balik keindahan kaligrafi yang menghiasi Kiswah Ka'bah, terdapat sosok seniman Muslim yang jasanya terus dikenang hingga kini. Dialah Abdul Rahim Amin Bukhari, maestro kaligrafi asal Makkah yang namanya bahkan diabadikan pada Kiswah Ka'bah atas perintah Raja Faisal.
Selama lebih dari tiga dekade, Bukhari mendedikasikan hidupnya untuk pembuatan Kiswah Ka'bah, kain penutup bangunan suci umat Islam yang menjadi pusat ibadah jutaan Muslim dari seluruh dunia.
Abdul Rahim Amin Bukhari lahir di Makkah pada 1917. Ia tumbuh di lingkungan yang dekat dengan tradisi seni Islam dan mulai menunjukkan bakat dalam bidang kaligrafi Arab sejak usia muda.
Pada usia 15 tahun, Bukhari bergabung dengan pabrik Kiswah yang didirikan Raja Abdulaziz pada 1927. Pabrik tersebut menjadi fasilitas pertama di Kerajaan Arab Saudi yang secara khusus memproduksi Kiswah Ka'bah.
Di tempat itulah ia belajar langsung dari para pengrajin berpengalaman dan mendalami berbagai teknik kaligrafi Arab yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Kemampuannya berkembang pesat. Pada dekade 1930-an, ia telah dipercaya sebagai kepala teknisi. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya menjabat sebagai wakil direktur pabrik Kiswah pada era 1960-an.

Berkontribusi pada 21 Kiswah Ka'bah
Kiswah Ka'bah dibuat dari sutra hitam yang dihiasi ayat-ayat Al-Qur'an dengan kaligrafi khat Tsuluts (Thuluth), salah satu gaya kaligrafi Islam yang menjadi ciri khas penutup Ka'bah.
Bukhari memiliki peran penting dalam pengembangan dan penyempurnaan kaligrafi yang digunakan pada Kiswah Ka'bah. Kontribusinya mencakup pembuatan tulisan ayat-ayat Al-Qur'an yang disulam pada Kiswah, desain tirai pintu Ka'bah, hingga ornamen kaligrafi pada pintu Ka'bah.
Pada 1944, ketika Raja Abdulaziz memerintahkan pembuatan pintu baru Ka'bah, Bukhari dipercaya untuk mengerjakan kaligrafi dan dekorasi pada pintu suci tersebut.
Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya, ia tercatat ikut serta dalam pembuatan 21 Kiswah Ka'bah dan mengawasi pengerjaan kaligrafi serta ornamen pada tiga pintu Ka'bah.
Namanya Diabadikan dengan Benang Emas
Dedikasi panjang Abdul Rahim Amin Bukhari mendapat penghargaan istimewa dari Raja Faisal.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya, Raja Faisal memerintahkan agar nama Bukhari ditenun langsung pada Kiswah Ka'bah menggunakan benang emas.
Hingga kini, nama tersebut masih terpatri pada kain penutup Ka'bah dan menjadi bagian dari sejarah panjang pembuatan Kiswah yang disaksikan jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahun.
Keberadaan namanya pada Kiswah menjadikan Bukhari sebagai salah satu sosok penting dalam sejarah seni Islam modern, khususnya dalam tradisi pembuatan penutup Ka'bah.
Abdul Rahim Amin Bukhari wafat pada akhir dekade 1990-an. Meski demikian, warisannya tetap hidup hingga sekarang. Gaya kaligrafi khat Tsuluts yang ia kembangkan untuk Kiswah Ka'bah masih digunakan dalam proses pembuatannya sampai saat ini.

Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

