Kabupaten Bogor Mau Bikin Embarkasi Haji 7 Lantai, Konsepnya Mirip Zamzam Tower Makkah

HIMPUHNEWS - Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersiap memiliki embarkasi haji dan umrah sendiri. Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan pembangunan fasilitas tujuh lantai dengan anggaran sekitar Rp142 miliar yang ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.
Embarkasi tersebut akan dibangun di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, sekitar Stadion Pakansari. Konsep bangunannya dirancang menyerupai Zamzam Tower di Mekkah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan embarkasi tersebut masih mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kemungkinan dukungan pemerintah pusat.
“InsyaAllah nanti tahun 2027-2028, kita melihat kemampuan keuangan daerah. Apabila memungkinkan dan syukur-syukur pemerintah pusat membantu, kita ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” kata Rudy.
Rencana pembangunan embarkasi ini berkaitan dengan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor serta kuota haji yang diperoleh daerah tersebut.
Rudy menyebut Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk lebih dari 5,6 juta jiwa dan mendapatkan kuota haji sebanyak 3.450 jemaah pada tahun ini.
Dengan adanya embarkasi sendiri, Pemkab Bogor berharap calon jemaah asal daerah tersebut nantinya dapat memperoleh pelayanan keberangkatan dari wilayah Kabupaten Bogor. Jemaah tidak lagi harus terlebih dahulu menuju Embarkasi Haji Pondok Gede, Jakarta.
Fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Masjid Raya Nurul Wathon di Pakansari.
Bangunan Tujuh Lantai, Anggaran Rp142 Miliar
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan bangunan embarkasi direncanakan memiliki tujuh lantai.
Pembangunan membutuhkan anggaran sekitar Rp142 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Menurut Eko, desain bangunan mengusung konsep yang menyerupai Zamzam Tower di Mekkah. Fasilitas tersebut nantinya diperuntukkan untuk mendukung pelayanan jemaah haji dan umrah.
Rencana pembangunan sebenarnya sempat diarahkan untuk dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan. Namun, Pemkab Bogor memutuskan menggeser pelaksanaannya karena waktu yang tersedia dianggap tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan.
“Faktor waktu yang tidak cukup untuk membuat hotel. Karena kita proses lelang dan tahapan lainnya, waktunya tinggal sekitar enam bulan,” ujar Eko.
Lelang Ditargetkan Desember 2026
Pemkab Bogor menargetkan proses lelang proyek dimulai pada Desember 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai pada awal 2027.
“Rencananya Desember sudah mulai proses lelang, sehingga Januari sudah bisa mulai pembangunan,” katanya.
Eko mengatakan penundaan pembangunan dilakukan agar proyek memiliki waktu pengerjaan yang lebih memadai. Pemkab Bogor berharap langkah tersebut membuat pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
“Kalau dipaksakan sekarang, khawatir tidak maksimal. Jadi kita undur tahun depan supaya waktu pengerjaannya lebih cukup,” ujar Eko.
Terintegrasi dengan Kawasan Masjid Raya Nurul Wathon
Embarkasi haji dan umrah tersebut akan menjadi bagian dari kawasan Masjid Raya Nurul Wathon yang berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare.
Masjid tersebut dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp112 miliar.
Kawasan Masjid Raya Nurul Wathon juga dilengkapi Menara Tauhid setinggi 99 meter dan miniatur Ka'bah yang digunakan untuk kegiatan manasik haji. Sejumlah ornamen yang berkaitan dengan Ka'bah turut menjadi bagian dari kawasan tersebut untuk mendukung kegiatan keagamaan di Pakansari.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
