Dari Konflik Jemaah hingga Antartravel, HIMPUH Perkuat Kemampuan Pengurus Cari Solusi
HIMPUHNEWS - Persoalan dalam industri haji dan umrah tidak selalu berhenti pada hubungan travel dengan jemaah. Konflik juga dapat terjadi antaranggota, terkait tiket, pembayaran uang muka, hingga hubungan dengan asosiasi lain.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) memperkuat kemampuan pengurus dan anggotanya dalam menyelesaikan persoalan melalui pelatihan Critical Thinking and Problem Solving yang diselenggarakan pada 26-27 Agustus 2026 di Novotel Bogor.
Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi HIMPUH Teddy Cahyadi mengatakan Bidang Organisasi selama ini kerap menangani beragam persoalan yang melibatkan anggota.
"Di mana kami di Bidang Organisasi itu selalu menangani masalah-masalah, baik masalah antara anggota HIMPUH dengan jemaahnya, atau anggota HIMPUH dengan asosiasi lain, kemudian anggota sama anggota, dan juga permasalahan di internal."
Menurut Teddy, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keputusan yang tepat dan tidak semata-mata didasarkan pada emosi.
"Nah, di mana membutuhkan, apa namanya tuh, membutuhkan keputusan yang tepat. Tidak hanya dengan mengutamakan emosi ataupun reaktif saja."
HIMPUH Jadi Pihak Netral
Teddy menilai kolaborasi antara anggota dan organisasi menjadi penting karena penyelesaian masalah secara sendiri-sendiri berpotensi menimbulkan persoalan baru.
"Sangat penting, Om. Karena kalau seandainya anggota itu dibiarkan menyelesaikan masalah sendiri, takutnya berdampak bukan menyelesaikan masalah, tapi tambah membuat ruwet masalah. Karena kan masing-masing mempunyai kepentingan masing-masing."
Dalam situasi tersebut, Teddy mengatakan HIMPUH berupaya mengambil posisi sebagai pihak yang netral.
"Nah, makanya HIMPUH hadir sebagai pihak yang netral, pihak yang memberikan solusi secara netral. Mudah-mudahan dengan hadirnya HIMPUH dapat memberikan solusi yang tepat."
Menurut dia, berbagai persoalan semacam itu sudah beberapa kali ditangani HIMPUH.
"Karena ini sudah beberapa kali kami menangani, seperti yang saya sampaikan tadi. Baik permasalahan jemaah dengan travel yang wanprestasi, travel dengan travel, masalah tiket, sudah DP, kemudian masalah organisasi kita, HIMPUH, dengan organisasi lain, asosiasi lain."
"Nah, itu banyak. Makanya saya merasa penting untuk melaksanakan pelatihan ini."
Bagian dari Paket Pengembangan SDM
Pelatihan Critical Thinking and Problem Solving tersebut bukan satu-satunya program pengembangan kapasitas yang telah dijalankan Bidang Organisasi HIMPUH.
Teddy mengatakan sebelumnya pengurus juga telah mengikuti pelatihan leadership, service excellence, team building, dan public speaking.
"Ya, kalau dari segi pengurus, jadi kami Bidang Organisasi ini kan membentuk SDM pengurus, di mana sebelumnya kami sudah pernah melakukan pelatihan leadership, kemudian service excellence, dan juga team building, dan terakhir public speaking, dan sekarang critical thinking, di mana ini satu paket."
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme pengurus sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan HIMPUH.
"Jadi, bagaimana pengurus itu siap lebih profesional dan lebih siap untuk melaksanakan paket integritas umur 14 [PERLU KONFIRMASI], siap untuk regenerasi menjadi ketua umum."
Adapun bagi anggota, Teddy berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing perusahaan.
"Dan untuk anggota sendiri, ya, kami harapkan dengan pelatihan ini bisa bermanfaat untuk internal perusahaan masing-masing."
Peserta Diminta Membuat Komitmen
Agar hasil pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, HIMPUH juga meminta peserta menyusun komitmen pada akhir kegiatan.
"Kelanjutan daripada pelatihan ini, di akhir sesi itu kami meminta masing-masing peserta, baik pengurus maupun anggota, menuliskan satu komitmen."
Peserta diminta melihat kembali hal-hal yang selama ini telah berjalan baik, kebiasaan yang dinilai buruk, serta perubahan yang harus dilakukan ke depan.
"Satu komitmen: apa yang sudah baik selama ini, kemudian apa yang buruk selama ini, dan juga untuk perubahan kontinu ke depan harus bagaimana."
Teddy berharap komitmen tersebut dapat diterapkan oleh peserta setelah kembali ke organisasi maupun perusahaan masing-masing.
"Nah, mudah-mudahan komitmen ataupun niat daripada peserta yang sudah dituangkan di dalam komitmen tersebut bisa dijalankan."
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari unsur pengurus HIMPUH dan sekretariat secara offline, serta 105 anggota secara online.
"Jadi, kalau yang 40 pengurus HIMPUH dan sekretariat offline, sedangkan yang anggota 105 itu melalui online. Jadi, hybrid."
Ujungnya Pelayanan Jemaah
Penguatan kemampuan pengurus dan anggota, menurut Teddy, pada akhirnya juga berkaitan dengan peningkatan kemampuan travel menangani persoalan jemaah.
"Tentunya ini sangat bermanfaat karena bisnis kita ini kan bisnis pelayanan. Jadi, dengan adanya pelatihan ini, masing-masing travel itu lebih bisa memberikan solusi apabila ada permasalahan terhadap jemaahnya."
Ia menegaskan perusahaan perlu menghindari keputusan yang sekadar cepat tetapi justru tidak menyelesaikan persoalan.
"Jadi, tidak mementingkan reaktif sesaat ataupun keputusan yang cepat tapi tidak tepat, gitu."
Dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah tersebut, HIMPUH berharap pengurus maupun anggota dapat menghadapi persoalan organisasi dan bisnis secara lebih profesional, sekaligus membangun mekanisme penyelesaian masalah yang tidak hanya bergantung pada kepentingan masing-masing pihak.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

