Makin Canggih, AI Kini Bisa Bantu Jemaah Tawaf-Sa’i hingga Atur Kepadatan Haji-Umrah

HIMPUHNEWS — Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin masuk ke dalam ekosistem pelayanan haji dan umrah Arab Saudi. Kini, AI tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca data dan membantu pengambilan keputusan, tetapi juga mendampingi jemaah saat menjalankan Tawaf dan Sa’i.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperluas pemanfaatan AI dan analitik data untuk meningkatkan layanan sekaligus membuat perjalanan jemaah lebih efisien.
Melansir laman ajel.sa, Teknologi tersebut digunakan mulai dari menganalisis pergerakan kerumunan, memprediksi waktu kepadatan, mengatur pergerakan bus, hingga memberikan informasi langsung kepada jemaah dalam lebih dari 180 bahasa.
Salah satu layanan yang telah digunakan secara luas adalah Nusuk AI. Sejak diluncurkan, layanan berbasis kecerdasan buatan tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 2 juta pengguna.
Dalam satu bulan terakhir saja, jumlah penggunanya mencapai 393.000 orang.
AI Bisa Bantu Prediksi Puncak Kepadatan Jemaah
Di balik operasional haji dan umrah, Kementerian Haji dan Umrah memanfaatkan analitik data dan AI untuk mengubah kumpulan data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam perencanaan.
Analisis dilakukan terhadap tren haji dan umrah, perilaku dan preferensi jemaah, hingga pola permintaan dan ketersediaan layanan.
Teknologi predictive analytics juga dipakai untuk memperkirakan waktu kedatangan dan keberangkatan jemaah, lama tinggal, serta berbagai tren perjalanan lainnya.
Data tersebut kemudian digunakan untuk mendukung perencanaan lebih dini serta pengambilan keputusan selama operasional haji dan umrah.
Pada sisi operasional, algoritma canggih digunakan untuk menganalisis arus pergerakan jemaah dan memprediksi periode kepadatan.
Sistem tersebut juga membantu pengaturan kelompok jemaah agar pergerakan dalam jumlah besar dapat dikelola lebih efektif.
Pergerakan Bus dan Rute Antarsitus Suci Ikut Diatur AI
Pemanfaatan AI juga menyentuh salah satu bagian penting penyelenggaraan haji, yakni transportasi.
Kementerian menganalisis pergerakan bus dan menggunakan teknologi untuk mengoptimalkan rute perjalanan antara situs-situs suci.
Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi mobilitas jemaah sekaligus membantu pengambilan keputusan operasional ketika musim haji maupun umrah berlangsung.
Dengan volume jemaah dalam jumlah besar, analisis pergerakan dan prediksi waktu puncak dapat digunakan untuk menentukan bagaimana arus jemaah dan transportasi perlu diatur.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan jemaah yang diarahkan semakin berbasis data.
Nusuk AI Bisa Jawab Pertanyaan dalam 180 Bahasa
Untuk berinteraksi langsung dengan jemaah, pemerintah Saudi mengembangkan Nusuk AI.
Layanan berbasis kecerdasan buatan tersebut menyediakan informasi dan panduan seputar ibadah haji, umrah, dan kunjungan.
Nusuk AI mampu menjawab pertanyaan dalam lebih dari 180 bahasa serta menyediakan interaksi berbasis suara.
Sejak diluncurkan, lebih dari 2 juta pengguna telah memanfaatkan layanan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 393.000 pengguna tercatat menggunakan Nusuk AI dalam satu bulan terakhir.
Ada “Mutawwif Digital” untuk Tawaf dan Sa’i
Pemanfaatan AI bahkan telah masuk langsung dalam proses pendampingan ibadah.
Melalui aplikasi Nusuk, Kementerian Haji dan Umrah menyediakan layanan Digital Mutawwif yang berfungsi sebagai pendamping pintar bagi jemaah ketika menjalankan ritual.
Layanan tersebut menggunakan spatial AI untuk memahami lokasi, pergerakan, serta konteks perjalanan jemaah secara real time.
Digital Mutawwif dapat mengarahkan jemaah menuju rute dan lantai yang dinilai optimal.
Sistem ini juga mampu menghitung secara otomatis putaran Tawaf dan Sa’i serta menampilkan panduan dan doa yang relevan pada setiap tahapan.
Dalam waktu satu bulan, layanan tersebut mencatat lebih dari 2 juta penggunaan.
Lebih dari 1,4 juta pengguna tercatat menyelesaikan Tawaf dan Sa’i secara digital dengan bantuan layanan itu.
AI untuk Haji Dapat Pengakuan Etika
Di tengah perluasan penggunaan kecerdasan buatan, pemerintah Saudi juga menekankan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Kementerian Haji dan Umrah baru-baru ini memperoleh AI Ethics Mark dari Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) untuk layanan Nusuk AI.
Pengakuan tersebut menunjukkan komitmen terhadap penggunaan teknologi pintar yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Pemanfaatan AI dalam haji dan umrah juga menjadi bagian dari Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program.
Melalui integrasi data, prediksi kepadatan, optimalisasi transportasi, layanan informasi multibahasa hingga Digital Mutawwif, Arab Saudi mengarahkan pelayanan haji dan umrah menuju sistem yang semakin pintar dan proaktif terhadap kebutuhan jemaah.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
