himpuh.or.id

Tarif Hotel Makkah Melonjak 24%, Riyadh dan Jeddah Justru Turun

Kategori : Berita, Ditulis pada : 14 September 2026, 10:00:55

WhatsApp Image 2026-09-14 at 10.35.59.jpeg

RIYADH — Pasar perhotelan Arab Saudi menunjukkan dua arah berbeda antara kota tujuan perjalanan religi dan pusat bisnis. Tarif rata-rata harian atau Average Daily Rate (ADR) hotel di Makkah melonjak 24%, sementara Madinah mencatat kenaikan 5,7%.

Sebaliknya, tarif hotel di dua kota utama lainnya justru melemah. ADR Riyadh turun 6%, sedangkan Jeddah mengalami penurunan 7%.

Perbedaan tersebut mencerminkan dinamika permintaan dan pasokan hotel yang tidak sama di masing-masing destinasi.

Makkah dan Madinah sangat terkait dengan perjalanan religi, sementara Riyadh lebih kuat sebagai pusat bisnis dan komersial. Jeddah memiliki profil yang lebih beragam, mulai dari perjalanan bisnis, wisata, hingga perannya sebagai pintu masuk menuju wilayah barat Arab Saudi.

Makkah Pimpin Kenaikan Tarif Hotel

Melansir laman travel and tour world, Makkah menjadi kota dengan pertumbuhan ADR tertinggi di antara empat destinasi yang dibandingkan.

Tarif rata-rata harian hotel di kota suci tersebut tercatat naik 24%.

Kinerja itu berkaitan dengan posisi Makkah sebagai salah satu pusat perjalanan religi terpenting di Arab Saudi. Permintaan kamar hotel sangat dipengaruhi oleh arus pengunjung yang datang untuk menjalankan ibadah dan perjalanan keagamaan.

Pasar akomodasi di Makkah mencakup beragam pilihan, mulai dari hotel yang berada dekat kawasan utama keagamaan hingga properti yang berlokasi lebih jauh dari pusat kota.

Pengembangan infrastruktur perhotelan juga terus menambah kapasitas akomodasi di Makkah seiring pengembangan sektor pariwisata Arab Saudi.

Meski pasokan bertambah, permintaan perjalanan religi tetap menciptakan lingkungan harga yang berbeda dibandingkan kota-kota komersial.

Madinah Ikut Menguat

Tren positif juga terjadi di Madinah.

ADR hotel di kota tersebut naik 5,7%.

Seperti Makkah, Madinah merupakan salah satu tujuan utama jemaah dan wisatawan religi. Keduanya kerap masuk dalam rangkaian perjalanan yang sama sehingga permintaan perjalanan antara Makkah dan Madinah saling berkaitan.

Peningkatan tarif hotel menunjukkan permintaan akomodasi di Madinah tetap terjaga di tengah perubahan yang terjadi dalam pasar perhotelan Arab Saudi.

Selain layanan bagi jemaah, pengembangan pariwisata di Madinah juga mencakup fasilitas penginapan dan pelayanan bagi pengunjung yang mendatangi kawasan bersejarah maupun budaya.

Kombinasi perjalanan religi dan aktivitas wisata lainnya membuat Madinah memiliki karakter pasar yang berbeda dibandingkan pusat bisnis Arab Saudi.

Riyadh Turun 6% saat Pasokan Kamar Bertambah

Situasi berbeda terlihat di Riyadh.

ADR hotel di ibu kota Arab Saudi turun 6%.

Riyadh merupakan pusat komersial dan bisnis utama Kerajaan yang banyak dikunjungi pelaku usaha, investor, peserta konferensi, hingga pengunjung berbagai acara besar.

Penurunan tarif terjadi ketika pasokan kamar hotel kelas menengah atau mid-scale bertambah.

Masuknya stok kamar baru memperluas pilihan akomodasi sekaligus meningkatkan persaingan di pasar hotel Riyadh.

Kondisi tersebut terjadi di tengah upaya Arab Saudi mengembangkan infrastruktur perhotelan dan memperluas pilihan pariwisata.

Selain perjalanan bisnis, Riyadh juga menawarkan museum, atraksi budaya, restoran, pusat perbelanjaan, hingga berbagai fasilitas hiburan.

Meski jumlah pilihan akomodasi meningkat, tambahan pasokan kamar menciptakan tekanan berbeda terhadap tarif hotel dibandingkan Makkah dan Madinah.

Jeddah Turun Lebih Dalam

Tekanan harga juga terjadi di Jeddah.

ADR hotel di kota pesisir Laut Merah tersebut turun 7%, lebih dalam dibandingkan penurunan di Riyadh.

Salah satu faktor yang disebut dalam bahan adalah bertambahnya akomodasi kelas menengah di pasar.

Masuknya kamar hotel baru meningkatkan persaingan antarpelaku usaha perhotelan.

Jeddah sendiri memiliki profil pengunjung yang cukup beragam. Kota ini melayani wisatawan bisnis, wisatawan rekreasi, serta pengunjung yang menjadikan Jeddah sebagai pintu masuk menuju kawasan barat Arab Saudi.

Posisinya di pesisir Laut Merah juga memberikan dimensi wisata yang berbeda melalui kawasan bersejarah Al-Balad, waterfront Laut Merah, serta perkembangan fasilitas perhotelan.

Namun, peningkatan suplai kamar membuat lingkungan pasar menjadi semakin kompetitif.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Makkah dan Madinah yang mencatat peningkatan tarif hotel.

Pasar Hotel Saudi Bergerak Dua Arah

Perbedaan kinerja empat kota menunjukkan pasar perhotelan Arab Saudi tidak bergerak dalam pola yang seragam.

Destinasi religi seperti Makkah dan Madinah masih menikmati penguatan tarif, sementara Riyadh dan Jeddah menghadapi tekanan harga di tengah bertambahnya pasokan kamar.

Selain faktor domestik, pasar pariwisata masuk Arab Saudi juga tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik regional.

Perubahan kondisi kawasan dapat memengaruhi pemesanan wisata jarak jauh dari Eropa maupun Amerika Utara.

Pada saat bersamaan, perluasan infrastruktur pariwisata Arab Saudi membuka lebih banyak peluang bagi perjalanan multi-destinasi yang menggabungkan Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Madinah dalam satu perjalanan, sesuai tujuan masing-masing pengunjung.

Dinamika tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan industri pariwisata Arab Saudi tidak otomatis menghasilkan pola tarif hotel yang sama di setiap kota. Karakter permintaan, profil pengunjung, dan ketersediaan kamar menjadi pembeda utama antardestinasi.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id