Ada Peringatan Ancaman Serangan di Saudi, HIMPUH Minta Jemaah Umrah Tenang dan Patuhi Arahan

HIMPUHNEWS — Pemerintah Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil (Civil Defense) mengirimkan pesan peringatan bahaya ke ponsel masyarakat yang berada di sejumlah wilayah Kerajaan, menyusul meningkatnya ancaman serangan dari kelompok Houthi di Yaman.
Pesan tersebut diterima oleh masyarakat, termasuk warga negara asing yang berada di Arab Saudi. Dalam peringatan tersebut, masyarakat diminta tetap tenang, berada di dalam rumah atau tempat yang aman, menjauh dari jendela dan pintu, serta mengikuti instruksi dari otoritas pertahanan sipil.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi. Pada Senin (14/9/2026), Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak yang menyasar sejumlah wilayah di Arab Saudi.
Menurut laporan yang dirangkum Himpuh News, serangan tersebut menyebabkan 13 warga sipil terluka, sementara tujuh rumah dan dua kendaraan mengalami kerusakan. Serangan pada Senin disebut menyasar wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Peringatan bahaya dari Civil Defense muncul secara bertahap di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Pada Senin (14/9), peringatan dilaporkan muncul di Najran, Khamis Mushait, Jazan, dan Abha.
Sementara pada Selasa (15/9), peringatan kembali muncul di sejumlah wilayah lainnya. Otoritas Saudi kemudian menyatakan ancaman telah berlalu di beberapa wilayah setelah situasi dinilai kembali aman. Reuters melaporkan wilayah yang mendapat peringatan antara lain Jeddah, Taif, Jazan, Abha, Yanbu, dan AlUla.
Menyikapi situasi tersebut, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengimbau jemaah umrah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi untuk tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Jemaah diminta mengikuti setiap arahan yang disampaikan oleh otoritas Arab Saudi, khususnya Civil Defense dan otoritas keamanan setempat.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk mengikuti informasi dan arahan dari perwakilan Pemerintah Indonesia, termasuk KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh.
Jemaah tetap dapat menjalankan aktivitas sesuai arahan dan kondisi di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan serta mengikuti perkembangan informasi dari otoritas resmi Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.
Saat ini, peringatan bahaya yang dikeluarkan Civil Defense tersebut telah dinyatakan berakhir di sejumlah wilayah yang sebelumnya menerima peringatan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
