Pembahasan Sudah 85%, Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan
Pemerintah menargetkan pembahasan biaya haji 2027 bersama DPR rampung dalam satu pekan ke depan.
Saat ini, proses penghitungan disebut telah mencapai sekitar 85 persen dengan usulan rata-rata BPIH sebesar Rp107,34 juta per jemaah.
Dari jumlah tersebut, Bipih yang dibayarkan langsung oleh jemaah diusulkan sebesar Rp42,93 juta atau 40 persen.
JAKARTA — Kepastian biaya haji 2027 ditargetkan tercapai dalam satu pekan ke depan. Pemerintah dan DPR RI saat ini masih mematangkan sejumlah komponen biaya sebelum angka final diajukan kepada Presiden.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pembahasan antara Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI dan Panja Haji pemerintah telah mencapai sekitar 85 persen.
“Panja Haji DPR dan Panja Haji kita sedang bicara terus kita menghitung terus untuk memastikan menetapkan berapa angka yang paling layak dan sampai hari ini mungkin belum 100 persen selesai masih sekitar 85 persen,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Senin (14/9/2026), seperti dilansir dari Antara.
Pemerintah berharap pembahasan segera diselesaikan sehingga jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan dapat memperoleh kepastian mengenai biaya yang harus disiapkan.
“Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh jamaah yang akan kita ajukan ke Presiden,” kata dia.
BPIH Diusulkan Rp107,34 Juta
Dalam pembahasan yang berlangsung, pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107.340.172,02 per orang.
Dari nilai tersebut, komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jemaah diusulkan sebesar Rp42.936.068,81 atau 40 persen.
Sementara itu, porsi nilai manfaat yang diusulkan mencapai Rp64.404.103,21 atau 60 persen dari total BPIH.
Besaran tersebut belum menjadi angka final karena masih dibahas oleh Panja Haji pemerintah dan DPR RI. Pemerintah masih menghitung berbagai komponen untuk memperoleh angka yang dinilai paling layak bagi jemaah.
Penetapan biaya dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada calon jemaah, terutama dalam mempersiapkan dana pelunasan. Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga membutuhkan kepastian tersebut untuk melanjutkan persiapan teknis penyelenggaraan haji, baik di dalam maupun luar negeri.
Jemaah Diminta Siapkan Fisik, Mental, dan Keuangan
Di tengah proses pembahasan biaya, Irfan juga mengingatkan calon jemaah agar tidak hanya mempersiapkan aspek finansial menjelang keberangkatan.
“Kepada jamaah saya minta pertama tentu menyiapkan fisik maupun mental dan juga menyiapkan keuangan,” katanya.
Menurut Irfan, kesiapan fisik menjadi bagian penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
Persiapan tersebut perlu dilakukan sejak sebelum keberangkatan agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
Sementara itu, kepastian mengenai besaran biaya haji 2027 masih menunggu kesepakatan akhir antara pemerintah dan DPR sebelum diajukan kepada Presiden.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

