Museum Al-Qur’an Makkah Tampilkan Cara Ayat Ditulis di Zaman Nabi
HIMPUHNEWS — Museum Al-Qur’an di kawasan budaya Hira, Makkah, menjadi salah satu destinasi yang menggabungkan nilai sejarah, spiritualitas, arsitektur Islam, dan teknologi modern dalam satu pengalaman edukatif.
Berada di kaki Jabal Hira, museum ini dirancang dengan elemen arsitektur yang selaras dengan identitas kawasan. Fasadnya menggunakan warna-warna bumi yang mencerminkan karakter pegunungan Makkah, sementara bagian atas bangunan dihiasi kaligrafi Al-Qur’an sebagai salah satu elemen artistik utama.
Bentuk lengkung, kubah, pola geometris, serta ornamen kaligrafi digunakan di berbagai bagian bangunan. Elemen tersebut berpadu dengan pepohonan dan ruang hijau di sekitarnya, tanpa menghalangi pandangan ke arah Jabal Hira yang menjadi landmark alam dan sejarah utama kawasan.
Museum Al-Qur’an merupakan salah satu komponen penting di kawasan budaya Hira. Museum ini menjadi museum pertama di Makkah yang secara khusus membahas Al-Qur’an dan berlokasi berdekatan dengan Jabal Hira.
Melansir Saudi Press Agency, Salah satu daya tarik museum adalah koleksi manuskrip Al-Qur’an langka, mushaf bersejarah, artefak, serta karya seni yang menampilkan keindahan kaligrafi Arab dan seni Islam.
Museum juga menampilkan replika berbagai media yang digunakan untuk mencatat ayat-ayat Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW.
Di antaranya terdapat kulit, pelepah kurma, potongan kayu dan batu, serta tulang hewan seperti tulang belikat dan tulang rusuk. Media tersebut digunakan sebelum Al-Qur’an dikumpulkan dalam satu mushaf.
Melalui penjelasan visual dan presentasi interaktif, pengunjung dapat melihat bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an ditulis serta memahami upaya para sahabat Nabi dalam menjaga keaslian wahyu.
Kawasan Hira Kian Ramai Dikunjungi
Kawasan budaya Hira juga semakin banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional. Lokasinya berada di kaki Jabal Hira, tempat Gua Hira berada, yang dikenal sebagai lokasi pertama turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain Museum Al-Qur’an, kawasan ini juga memiliki Revelation Exhibition yang menampilkan kisah turunnya wahyu pertama melalui presentasi audio dan visual.
Kawasan tersebut dilengkapi pula dengan ruang terbuka, restoran, kafe, toko, serta area penerimaan pengunjung yang dirancang untuk melayani keluarga dan wisatawan dari berbagai negara.
Pengembangan kawasan budaya Hira menjadi bagian dari upaya menampilkan dimensi budaya dan peradaban Makkah. Proyek ini juga sejalan dengan Saudi Vision 2030 dalam mengembangkan sektor budaya dan pariwisata sekaligus memperkenalkan warisan Islam kepada masyarakat dunia.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

