Tingkatkan Kedisiplinan, Pemerintah Tambah Petugas Haji dari Aparat TNI/Polri Hingga Dua Kali Lipat

HIMPUHNEWS - Penguatan layanan jemaah menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah memutuskan menambah signifikan keterlibatan aparat keamanan dalam barisan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), seiring kebutuhan pengelolaan jemaah berskala besar dan berdisiplin tinggi.
Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH yang digelar selama 20 hari hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Minggu (11/1/2026). Sebanyak 1.636 calon PPIH dari berbagai daerah tercatat mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, jumlah personel dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dilibatkan sebagai petugas haji mencapai 185 orang, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, keterlibatan aparat pada 2026 melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu.
“Tadi kan sudah disebutkan Pak Menteri ya, ada 185 (personel TNI-Polri jadi PPIH). Jadi tahun lalu sekitar 80, tahun ini 185,” kata Dahnil usai membuka Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede.
Disiplin dan Dedikasi Jadi Pertimbangan
Dahnil menjelaskan, peningkatan jumlah personel TNI-Polri tidak lepas dari karakter dan kemampuan yang dimiliki aparat dalam menjalankan tugas pelayanan jemaah. Menurutnya, disiplin, dedikasi, serta kesiapan melayani menjadi nilai tambah yang dibutuhkan dalam operasional haji.
“Tingkat kedisiplinannya, tingkat dedikasinya, tingkat pelayanan ke jemaah itu tinggi rata-rata. Nah itulah kenapa sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para prajurit TNI, Polri yang selama ini banyak membantu tugas-tugas perhajian, itu kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri,” sambung dia.
Lebih lanjut, Dahnil menyampaikan bahwa pelatihan PPIH 2026 turut melibatkan unsur TNI-Polri serta Kementerian Pertahanan. Langkah ini ditempuh untuk menanamkan kedisiplinan dan kekompakan sejak masa pembekalan di Tanah Air.
“Kita ingin mengadaptasi kedisiplinan, kekompakan tim, karena mereka nanti di sana itu seperti apa namanya harus tim besar yang mengorkestrasi dari mobilisasi dari jemaah itu. Nah oleh sebab itulah kita butuh command center-nya yang jelas, kedisiplinan jelas, komando yang jelas dan sebagainya. Dan itu yang punya kan TNI dan Polri. Saya kira gitu,” kata Dahnil.
Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk PPIH yang solid dan siap mengelola pergerakan jemaah haji dalam skala besar selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
