himpuh.or.id

Tekan Kepadatan Armuzna, Pemerintah Siapkan Skema Murur dan Tanazul untuk Haji 2026

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 Januari 2026, 09:00:38

kemenag-perkuat-murur-dan-siapkan-skema-tanazul-untuk-haji-2025-pbhQUEllV8.jpg

HIMPUHNEWS - Pemerintah kembali menyiapkan strategi pengelolaan jamaah haji guna mengantisipasi kepadatan ekstrem di puncak ibadah haji. Untuk penyelenggaraan haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah akan kembali menerapkan skema mururdan tanazul sebagai bagian dari manajemen pergerakan jamaah di kawasan Armuzna.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurai penumpukan jamaah di Muzdalifah yang areanya kian terbatas, sekaligus mengontrol arus masuk jamaah ke Mina.

Rencana penerapan murur dan tanazul disampaikan Laksma TNI Harun Arrasyid, yang menyebut kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan pimpinan dan akan didukung penuh oleh petugas haji di lapangan.

"Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini. Bapak Menteri juga akan melaksanakan proyek itu, sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang di Armuzna akan mendukung kebijakan itu," ujar Harun.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (21/01) malam.

Murur Dinilai Paling Efektif Kurangi Penumpukan

Harun menjelaskan, dari dua skema tersebut, murur dinilai sebagai solusi paling efektif dalam kondisi kepadatan saat ini. Melalui skema murur, sebagian jamaah tidak perlu turun dari kendaraan saat melintas di Muzdalifah.

Kelompok jamaah yang diprioritaskan dalam skema ini meliputi lansia, jamaah risiko tinggi (risti), serta penyandang disabilitas. Jamaah tetap berada di dalam bus, berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit, lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Mina.

Langkah tersebut diyakini mampu mengurangi tumpukan massa di area Muzdalifah secara signifikan.

"Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina," kata Harun.

Skema Tanazul Lengkapi Pengaturan Arus Jamaah

Selain murur, pemerintah juga menyiapkan skema tanazul, yakni pengembalian jamaah ke hotel atau tenda lebih awal. Skema ini dirancang sebagai bagian dari pengaturan alur jamaah agar pergerakan di Armuzna tetap terkendali.

Namun demikian, Harun menegaskan bahwa implementasi teknis kedua skema tersebut masih terus dimatangkan, termasuk penentuan jumlah jamaah yang akan mengikuti murur dan tanazul.

"Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, ini nanti kalau sudah lengkap proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan," ujarnya.

Penerapan kembali murur dan tanazul menandai pendekatan manajemen haji yang semakin adaptif terhadap kondisi lapangan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keselamatan jamaah sekaligus memastikan kelancaran rangkaian ibadah di tengah tantangan kepadatan yang terus meningkat.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id