Arab Saudi Rilis Daftar Imam Tarawih Masjidil Haram Selama Ramadan 1447 H

HIMPUHNEWS - Otoritas Arab Saudi mengumumkan daftar imam yang akan memimpin salat Tarawih di Masjidil Haram selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 M. Sejumlah imam senior dengan reputasi internasional dipastikan akan bergantian mengimami jamaah di masjid suci umat Islam tersebut.
Pengumuman ini disampaikan oleh Presidency of the Two Holy Mosques, menjelang dimulainya Ramadan yang setiap tahunnya menarik jutaan jamaah umrah dari berbagai negara.
Nama-Nama Imam Tarawih Masjidil Haram
Dalam daftar yang dirilis, terdapat tujuh imam utama yang akan memimpin salat Tarawih di Masjid al-Haram. Mereka dikenal luas di dunia Islam berkat kualitas bacaan Al-Qur’an serta peran akademik dan keilmuan yang dijalani.
Berikut daftar imam yang diumumkan:
-
Abdur Rahman As-Sudais
Presiden Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, dikenal dengan gaya tilawah yang kuat dan penuh penghayatan. -
Maher Al-Muaiqly
Imam Masjidil Haram dengan bacaan yang tenang dan terukur, memiliki pengaruh luas di tingkat internasional. -
Abdullah Juhany
Dikenal dengan suara merdu dan ritmis, serta berkiprah sebagai dosen di Universitas Umm Al-Qura, Makkah. -
Bandar Baleelah
Imam yang dikenal dengan bacaan yang khusyuk dan menenangkan, juga berprofesi sebagai akademisi studi Islam. -
Yasser Ad-Dawsary
Imam dan penceramah dengan suara lantang dan khas, aktif sebagai pengajar di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud. -
Badr Al-Turki
Dikenal dengan bacaan yang presisi dan penuh perenungan, serta menjadi dosen di Universitas Umm Al-Qura. -
Waleed Al-Shamsan
Imam Masjidil Haram dengan gaya bacaan yang emosional dan menyentuh, juga aktif di bidang akademik.
Tarawih sebagai Ibadah Utama Ramadan
Salat Tarawih menjadi salah satu rangkaian ibadah utama selama Ramadan di Masjidil Haram. Dalam pelaksanaannya, bacaan Al-Qur’an disampaikan secara bertahap hingga khatam selama satu bulan penuh.
Kehadiran para imam tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan tradisi ibadah yang khusyuk, baik bagi jamaah yang hadir langsung di Masjidil Haram maupun umat Islam di berbagai negara yang mengikuti salat Tarawih melalui siaran langsung dan platform digital.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
