himpuh.or.id

Industri Haji Umrah Hadapi Dinamika dan Ketidakpastian, Ketua Umum HIMPUH Ajak Anggota Tetap Optimistis

Kategori : Berita, Topik Hangat, Muker 2 Himpuh 2026, Ditulis pada : 26 Januari 2026, 14:00:02

 

WhatsApp Image 2026-01-26 at 14.01.55.jpeg

HIMPUHNEWS – Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Firman Taufik, mengajak seluruh anggota untuk terus maju, berkembang, serta beradaptasi di tengah tantangan dan perubahan regulasi penyelenggaraan umrah dan haji yang semakin dinamis.

Ajakan tersebut disampaikan Firman dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) HIMPUH yang digelar pada Senin–Selasa, 26–27 Januari, di The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Firman menegaskan, industri haji dan umrah saat ini menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, mulai dari regulasi yang belum sepenuhnya mendukung hingga perubahan struktur kementerian yang masih baru.

“Kesemuanya itu mengantarkan kita kepada satu titik, yang sayangnya titiknya ini adalah sebuah ketidakpastian,” ujar Firman.

Tantangan Industri Haji-Umrah Semakin Kompleks

Firman memaparkan, jumlah pelaku usaha penyelenggara umrah dan haji terus bertambah dari tahun ke tahun. Ia memperkirakan akan muncul ratusan perusahaan baru hingga beberapa tahun mendatang.

“Saat ini jumlahnya sudah 3 ribuan pelaksana umrahnya, dan pelaksana hajinya sudah mencapai seribuan. Dan ini akan terus bertambah dan bertambah lagi,” katanya.

Selain itu, kemudahan fasilitas yang diberikan pemerintah Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara perjalanan ibadah.

Firman menyebut kemudahan akses visa, transportasi, hingga hotel memang membawa dampak positif bagi jamaah, namun di sisi lain juga membuat sebagian calon jamaah memilih berangkat tanpa menggunakan jasa layanan resmi.

“Kemudahan-kemudahan ini juga memudahkan para calon jemaah haji dan umrah tidak menggunakan jasa layanan kita,” ucapnya.

Meski demikian, Firman menekankan agar para anggota tidak kehilangan semangat menghadapi badai perubahan yang terjadi dalam industri. Ia mengingatkan bahwa pelaku usaha harus tetap berikhtiar dan mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Namun jangan pernah patah semangat bapak ibu sekalian. Wajib juga bagi kita dapat menghadapi badai apapun yang terjadi,” tegas Firman.

Firman juga menyinggung pentingnya perubahan dan adaptasi dalam menjaga keberlangsungan usaha.

“Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum kalau kaum itu tidak mau mengubahnya. Maka kita wajib untuk berikhtiar,” lanjutnya.

“Together We Thrive”, Saatnya Anggota HIMPUH Bergandeng Tangan

Muker HIMPUH tahun ini mengusung tema “Together We Thrive”, yang menekankan semangat kebersamaan dan kolaborasi antaranggota.

Firman menyebut, sudah saatnya para pelaku industri tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan memperkuat ekosistem haji dan umrah melalui sinergi bersama.

“Kalau dulu kita jalan sendiri-sendiri, maka saatnya kita untuk together, untuk bersama,” ujarnya.

“Wajib hukumnya untuk hari ini dan seterusnya kita bergandeng tangan, untuk jaga ekosistem haji dan umrah kita yang sudah ada ini,” tambah Firman.

Di akhir sambutannya, Firman mengajak seluruh peserta Muker memanfaatkan forum tersebut untuk melahirkan program-program kerja yang bermanfaat bagi anggota.

“Silakan manfaatkan momen Musyawarah Kerja ini. Bantu pengurus untuk menciptakan program-program yang bermutu dan bermanfaat buat kita semua,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan sponsor yang mendukung kegiatan Muker HIMPUH, serta memberikan semangat kepada jajaran pengurus agar terus solid melayani anggota.

“Tetap semangat, tetap kompak, dan jangan putus semangat untuk terus kita kawal HIMPUH dan kita layani anggota dengan sebaik-baiknya,” tutup Firman.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id