himpuh.or.id

RI Siapkan Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Santap untuk Konsumsi Haji 2026

Kategori : Berita, Ditulis pada : 28 Januari 2026, 07:00:21

1687193582.jpg

HIMPUHNEWS - Upaya memastikan jemaah haji Indonesia tetap mendapatkan makanan bercita rasa Nusantara saat berada di Tanah Suci mulai dimatangkan pemerintah. Salah satunya lewat rencana ekspor bumbu masakan dan makanan siap santap ke Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan langkah ini sekaligus ditujukan agar perputaran dana haji tidak hanya mengalir ke luar negeri, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha di dalam negeri, khususnya UMKM.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menyebutkan, anggaran operasional penyelenggaraan haji 2026 mencapai Rp 18,2 triliun. Dana tersebut diharapkan bisa membuka peluang bagi produk lokal untuk masuk ke rantai pasok konsumsi jemaah.

“Bahkan selama ini dirasakan oleh Thailand, oleh Filipina, oleh Australia bahkan, ya, oleh Malaysia. Harapannya ke depan ini bisa mengucur sebagian ke masyarakat Indonesia melalui UMKM yang ada yang kita kasih kesempatan untuk bisa melakukan ekspor ke Saudi untuk pelaksanaan ibadah haji ini,” tutur Jaenal kepada awak media, Selasa (27/1/2026).

Bumbu Nusantara Jadi Andalan

Menurut Jaenal, produk yang sudah berjalan dan akan dimaksimalkan tahun ini adalah aneka bumbu masakan khas Indonesia. Total ada 22 jenis bumbu yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah selama di Arab Saudi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan makanan siap santap atau ready-to-eat (RTE), terutama untuk fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada fase ini, jemaah tidak memiliki waktu maupun fasilitas untuk memasak sehingga makanan harus siap dikonsumsi.

Kemenhaj juga telah melakukan uji coba produk bumbu dan RTE dengan melibatkan pemasok yang memiliki kualifikasi ekspor ke Arab Saudi. Total terdapat 10 perusahaan penyedia makanan siap santap dan 10 perusahaan penyedia bumbu masakan yang ikut dalam uji coba tersebut.

Seluruh perusahaan telah mengantongi sertifikasi dari Saudi Food and Drug Authority, otoritas setara BPOM di Arab Saudi.

“Lalu kita adakan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua,” ujar Jaenal.

Kebutuhan Capai Ratusan Ton

Untuk kebutuhan haji tahun ini, Kemenhaj mencatat kebutuhan bumbu masakan mencapai lebih dari 400 ton. Sementara itu, makanan siap santap disiapkan sekitar 3.900.000 paket untuk dikonsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kebutuhan dalam skala besar tersebut diharapkan menjadi peluang konkret bagi UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor dan terlibat langsung dalam ekosistem penyelenggaraan haji.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id