Kemenhaj Bakal Luncurkan Platform UMKM Haji, Maret 2026 Mulai Diperkenalkan

HIMPUHNEWS - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat kerja sama lintas kementerian untuk mengembangkan ekosistem ekonomi haji nasional.
Upaya ini diwujudkan melalui pertemuan strategis dengan Kementerian Perdagangan pada Kamis (29/1/2026), yang fokus pada dukungan perdagangan bagi kebutuhan haji dan umrah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
Pertemuan ini menitikberatkan pada koordinasi antarinstansi dan antarsektor untuk memastikan rantai pasok komoditas haji berjalan lancar. Kementerian Perdagangan memiliki peran penting, terutama dalam memfasilitasi ekspor, impor, dan pemasaran produk UMKM Indonesia ke pasar internasional.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya langkah ini.
“Kementerian Perdagangan memiliki peran strategis dalam mendukung ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi. Kita semua harus terus bersanding, saling mendukung agar ekosistem ekonomi haji berkembang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, pertemuan ini membahas rencana Ekspo UMKM Haji dan Umrah, sebuah program yang mendorong partisipasi UMKM nasional. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi produk-produk lokal dan meningkatkan peran UMKM dalam rantai nilai ekonomi haji.
Jaenal juga memperkenalkan pengembangan platform UMKM Haji, sebuah inovasi digital yang memudahkan jemaah membeli oleh-oleh secara daring.
“Platform ini memungkinkan jemaah mendapatkan oleh-oleh tanpa harus membawanya langsung dari Arab Saudi. Dengan begitu, nilai ekonomi dari aktivitas belanja tetap berputar di dalam negeri,” jelasnya.
Platform ini ditargetkan siap diluncurkan pada Maret 2026, dengan dukungan Kemendag untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar kualitas dan kualifikasi.
Dalam pertemuan ini, pihak Kementerian Perdagangan juga menekankan pentingnya standar kualitas dan sertifikasi produk, khususnya untuk makanan yang akan dipasarkan ke jemaah haji. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi konsumen.
Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dari Kementerian Perdagangan menambahkan, Untuk produk makanan, pihaknya menekankan pentingnya sertifikasi halal resmi.
"Setiap produk yang telah bersertifikat menjamin kualitas, kebersihan, dan kesehatan, sehingga jemaah dapat berbelanja dengan aman dan nyaman," ucapnya.
Melalui penguatan kolaborasi lintas kementerian ini, Ditjen PE2HU optimistis ekosistem ekonomi haji dan umrah akan terus berkembang, sekaligus meningkatkan kontribusi produk nasional dan UMKM dalam perekonomian haji.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
