Manasik Haji Nasional Capai 95 Persen, Jemaah Siap Berangkat April 2026

HIMPUHNEWS – Kesiapan jemaah haji Indonesia menjelang musim haji 2026 kian mendekati tahap akhir. Program Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan dilaporkan telah mencapai 95 persen secara nasional hingga pekan kedua Februari 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah dalam memastikan jemaah memiliki pemahaman yang memadai sebelum memasuki fase keberangkatan kloter pertama nasional pada 21 April 2026.
Kepala Subdirektorat Bina Manasik Haji dan Umrah, Abdillah, menyebut bimbingan manasik bukan sekadar agenda teknis, melainkan amanat undang-undang untuk membentuk jemaah yang mandiri dan tangguh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, mulai akhir Januari hingga pekan kedua Februari ini, manasik terintegrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan telah diselenggarakan. Jemaah sudah menerima berbagai pembekalan, mulai dari kebijakan penyelenggaraan haji terbaru hingga ilmu manasik, baik secara teori maupun praktik,” ujar Abdillah di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Buku Manasik Didistribusikan Jelang Ramadan
Selain bimbingan tatap muka, literasi jemaah juga menjadi perhatian pemerintah. Abdillah mengatakan, pengiriman buku panduan manasik ke berbagai daerah telah dimulai sejak 16 Februari 2026.
“Target kami, seluruh jemaah sudah menerima buku manasik sejak awal bulan Ramadan ini hingga paling lambat 6 Maret 2026. Ini komitmen kami agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari materi sebelum keberangkatan kloter pertama nasional pada 21 April mendatang,” katanya.
Total 20 Jam Pelajaran di Daerah
Secara teknis, bimbingan manasik di daerah dilaksanakan dengan total durasi 20 Jam Pelajaran (JPL). Pelaksanaan dibagi antara 4 JPL di tingkat kabupaten/kota dan 16 JPL di tingkat kecamatan, dengan durasi setiap JPL selama 60 menit.
Skema ini dirancang agar jemaah memperoleh pemahaman bertahap, sekaligus mendekatkan proses bimbingan dengan domisili peserta.
Ketua Regu dan Rombongan Dapat Materi Tambahan
Kementerian juga memberi perhatian khusus kepada pimpinan jemaah. Abdillah menjelaskan, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) mendapatkan tambahan 4 JPL di luar manasik reguler.
“Kami memberikan tambahan 4 JPL khusus untuk materi bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom). Mereka diberikan materi spesifik terkait kepemimpinan dan penyelenggaraan ibadah haji agar dapat membantu jemaah di kelompoknya masing-masing,” tandasnya.
Dengan persiapan manasik yang lebih sistematis dan terstruktur, pemerintah berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah secara lebih mandiri dan percaya diri, serta meraih predikat haji mabrur.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
