Anak Terpisah Saat Umrah? Tenang, Ada Pramuka Masjidil Haram yang Sigap Menjaga
HIMPUHNEWS - Keramaian ibadah umrah di Masjidil Haram kerap menghadirkan momen tak terduga, termasuk ketika anak-anak terpisah dari orang tua mereka di tengah lautan jamaah. Namun, kondisi tersebut bukan berarti tanpa solusi. Di pelataran Masjidil Haram, tangan-tangan sigap petugas pramuka selalu siap memberikan rasa aman bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan.
Saudi Arabian Scouts Association menjalankan peran kemanusiaan melalui pos layanan khusus selama Ramadan. Para pramuka putra dan putri ini tidak hanya membantu pengaturan jamaah, tetapi juga merawat anak-anak yang tersesat atau sementara dititipkan orang tuanya saat menunaikan thawaf atau mengurus keperluan mendesak.
Melansir kantor berita Saudi SPA, Layanan tersebut merupakan bagian dari kamp layanan umrah yang digelar dan diawasi langsung oleh asosiasi pramuka selama bulan suci Ramadan, dengan melibatkan berbagai sektor kepramukaan dari seluruh wilayah Arab Saudi.
Di antara pemandangan yang kerap terlihat di halaman Masjidil Haram adalah sosok anak kecil—bahkan ada yang belum genap tujuh tahun—yang tampak cemas setelah terpisah dari keluarganya. Dalam situasi tersebut, seorang pramuka mendekat, menenangkan dengan senyum, sentuhan lembut di bahu, serta kata-kata penguat.
Tak berhenti di situ, anak-anak tersebut juga diberikan makanan dan minuman bila diperlukan, sembari ditempatkan di ruang aman yang ramah anak.
Sementara satu pramuka mendampingi anak, petugas lainnya bergerak melalui jalur dan prosedur yang telah ditetapkan untuk melacak keberadaan keluarga. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan kondisi psikologis anak, memastikan mereka merasa tenang dan terlindungi hingga akhirnya kembali dipertemukan dengan orang tua atau pendampingnya.
Pendekatan ini mencerminkan misi kemanusiaan yang melekat dalam layanan umrah di Masjidil Haram—bahwa di tengah ibadah yang khusyuk dan padat, aspek keselamatan dan kenyamanan, terutama bagi anak-anak, tetap menjadi prioritas.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

