Jaga Kelancaran Ibadah Umrah, Jemaah Diimbau Patuhi Panduan Tawaf di Masjidil Haram
HIMPUHNEWS - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengimbau para pengunjung Masjidil Haram agar mematuhi panduan tawaf yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pergerakan jemaah di area Mataf serta memastikan pelaksanaan ibadah umrah dapat berlangsung dengan nyaman dan khusyuk.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya jumlah jemaah yang datang ke Masjidil Haram, terutama pada periode Ramadan ketika aktivitas ibadah di kawasan tersebut meningkat signifikan.
Lantai Dasar Mataf Khusus untuk Jemaah Umrah
Kementerian menjelaskan bahwa lantai dasar area Mataf telah ditetapkan secara khusus bagi jemaah yang menjalankan ibadah umrah.
Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan para jemaah dalam melaksanakan tawaf di sekitar Ka'bah tanpa hambatan serta menjaga kelancaran arus pergerakan di area tersebut.
Sementara itu, tawaf juga dapat dilakukan di lantai atas Masjidil Haram sesuai kapasitas yang tersedia serta pengaturan operasional yang telah ditetapkan.
Para jemaah diimbau untuk mengikuti jalur tawaf yang telah ditentukan agar pergerakan di area Mataf tetap tertib.
Ikuti Jalur Tawaf dan Hindari Melawan Arus
Kementerian juga memberikan sejumlah panduan penting kepada para jemaah untuk menjaga kelancaran ibadah tawaf.
Beberapa di antaranya adalah memulai tawaf dari area dekat Hajar Aswad, berjalan mengikuti jalur yang telah ditetapkan, serta menghindari berjalan melawan arus atau menghalangi pergerakan jemaah lain yang sedang melaksanakan umrah.
Kepatuhan terhadap panduan tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan jemaah sekaligus memastikan pergerakan di area Mataf berlangsung tertib.
Jemaah Diminta Cek Kepadatan Sebelum Umrah
Selain itu, kementerian juga mengapresiasi berbagai layanan yang disediakan oleh Otoritas Umum Pengelola Dua Masjid Suci dalam melayani para pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Salah satu layanan yang disediakan adalah sistem pemantauan kepadatan jemaah di area Mataf dan Sa’i.
Melalui layanan tersebut, para pengunjung dapat mengetahui tingkat kepadatan jemaah sebelum melaksanakan umrah.
Kementerian pun mendorong para jemaah untuk meninjau kondisi kepadatan terlebih dahulu dan memilih lantai yang paling sesuai untuk melaksanakan tawaf maupun sa’i.
Selain itu, pengunjung juga dapat merujuk pada “Umrah and Visit Guide” yang memuat berbagai panduan tawaf serta petunjuk operasional lainnya sebagai bagian dari sistem edukasi bagi jemaah agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tenang.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

