himpuh.or.id

45 Klinik Disiapkan untuk Haji 2026, Skema Layanan Kesehatan Jemaah Diperkuat

Kategori : Berita, Ditulis pada : 31 Maret 2026, 09:00:22

e2ec4780-d251-4da2-bd6d-edadd4cd89e0-1774881576095.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah Indonesia menyiapkan penguatan layanan kesehatan bagi jemaah haji 2026 dengan menambah jumlah fasilitas medis di Tanah Suci. Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan baru pemerintah Arab Saudi terkait rasio pelayanan kesehatan yang harus dipenuhi selama musim haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyebutkan bahwa satu klinik kini minimal melayani 5.000 jemaah. Dengan ketentuan tersebut, pemerintah menyiapkan total 45 klinik kesehatan di dua kota utama penyelenggaraan haji.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ujarnya.

40 Klinik di Makkah, 5 di Madinah

Rinciannya, sebanyak 40 klinik akan ditempatkan di Makkah yang tersebar di 10 sektor pelayanan jemaah. Sementara di Madinah, pemerintah menyiapkan 5 klinik kesehatan di 5 sektor.

Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut sebagai pusat rujukan utama layanan kesehatan jemaah.

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan medis, petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit atau severity level.

Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jemaah cukup dirujuk ke KKHI atau harus langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit Arab Saudi.

“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” kata Liliek, Senin (30/03/2026).

Layanan Kesehatan Disupervisi Rumah Sakit Arab Saudi

Dalam upaya menjaga standar mutu layanan, pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan adanya supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang telah terakreditasi.

Pada musim haji 2026, pengawasan layanan kesehatan jemaah Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, distribusi obat-obatan selama masa operasional haji akan dilakukan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang bertugas mendampingi jemaah di hotel.

Liliek juga mengingatkan jemaah yang belum berangkat untuk mulai menjaga kondisi fisik sejak sekarang. Ia menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif.

“Selain itu, jemaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan konsumsi obat bagi jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), serta kesiapan spiritual melalui dzikir dan doa agar ibadah haji berjalan lancar.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id