Jemaah Haji Mulai Berangkat 22 April 2026, Ini Daftar Vaksin Wajib yang Harus Dipenuhi

HIMPUHNEWS - Pemerintah menetapkan awal pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026 atau musim haji 1447 Hijriah. Jadwal ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah sekaligus batas waktu penting bagi calon jemaah untuk melengkapi persiapan, termasuk aspek kesehatan seperti vaksinasi wajib.
Ketentuan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025, yang juga mengatur tahapan penyelenggaraan haji, mulai dari masuk asrama hingga kepulangan ke Tanah Air.
Vaksin Meningitis dan Polio Jadi Syarat Utama
Menjelang keberangkatan, calon jemaah haji diwajibkan memenuhi sejumlah vaksinasi sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Kesehatan. Salah satu yang utama adalah vaksin meningitis meningokokus ACWY.
“Yang pertama vaksin meningitis meningokokus ACWY, ini untuk melindungi dari radang selaput otak yang mudah menular di kerumunan,” kata Ahli Gizi dari Universitas Faletehan Serang Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes saat dilansir antara Kamis (02/04).
Ia menjelaskan, vaksin meningitis harus diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Sertifikat vaksin ini juga memiliki masa berlaku hingga lima tahun, tergantung jenis vaksin yang digunakan.
Selain itu, vaksin polio juga menjadi persyaratan bagi jemaah asal Indonesia. Pemberiannya dilakukan satu dosis dalam rentang waktu empat minggu hingga 12 bulan sebelum berangkat.
“Ini karena Indonesia masih termasuk negara yang dipantau terkait kasus polio,” ujarnya.
Vaksin Tambahan Dianjurkan, Meski Tidak Wajib
Di luar vaksin wajib, terdapat sejumlah vaksin yang bersifat opsional namun tetap dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh selama ibadah haji. Vaksin tersebut antara lain influenza, pneumonia, dan COVID-19.
Upaya ini dinilai penting mengingat aktivitas ibadah haji melibatkan kerumunan besar dengan risiko penularan penyakit yang cukup tinggi.
Jaga Pola Hidup dan Asupan Selama di Tanah Suci
Selain vaksinasi, calon jemaah juga diminta menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat. Rita mengingatkan pentingnya istirahat cukup serta pengaturan konsumsi makanan selama menjalankan ibadah.
“Pilih makanan yang tidak berisiko, dengan memperbanyak buah dan protein rendah lemak, sementara yang lain secukupnya,” katanya.
Untuk menjaga energi, jemaah disarankan membawa camilan praktis seperti kurma.
“Kalau merasa lelah, bisa konsumsi satu sampai tiga butir kurma,” ujarnya.
Ia juga menyarankan peregangan ringan sekitar 10 menit di pagi hari serta mengatur ritme berjalan agar tidak terlalu memaksakan diri.
Tak kalah penting, jemaah diingatkan untuk tidak menahan buang air kecil maupun rasa haus karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Ketika ada kesempatan istirahat, gunakan untuk istirahat, dan tetap jaga kebutuhan cairan,” katanya.
Dengan melengkapi vaksinasi dan menjaga pola hidup sehat, jemaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dalam kondisi fisik yang optimal.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
