himpuh.or.id

Masjid Abdullah bin Abbas Jadi Destinasi Favorit Jemaah, Simpan Jejak Dakwah Rasulullah di Taif

Kategori : Berita, Khazanah, Ditulis pada : 23 Juni 2026, 11:00:18

perpustakaan_masjid_bin_abbas_di_taif_d7b9d0b31b.jpg

HIMPUHNEWS – Kota Taif tidak hanya dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah favorit bagi jemaah haji dan umrah. Kota yang berada di wilayah barat Arab Saudi itu juga menyimpan salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi peziarah adalah Masjid Abdullah bin Abbas. Masjid bersejarah ini menjadi magnet bagi ribuan jemaah dari berbagai negara yang ingin mengenal lebih dekat jejak dakwah Rasulullah SAW sekaligus sosok Abdullah bin Abbas, sepupu dan sahabat Nabi yang dikenal sebagai ulama besar dalam sejarah Islam.

Masjid yang dibangun pada tahun 592 Hijriah tersebut mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Bangunannya dikenal memiliki deretan tiang-tiang kokoh yang menjadi ciri khas arsitekturnya.

Dekat dengan Makam Abdullah bin Abbas

Masjid ini berada tidak jauh dari makam Abdullah bin Abbas yang wafat pada tahun 68 Hijriah. Dalam sejarah Islam, Abdullah bin Abbas dikenal sebagai salah satu sahabat yang memiliki keilmuan mendalam, khususnya dalam bidang tafsir Al-Qur'an.

Ia bahkan mendapat doa khusus dari Rasulullah SAW agar diberikan pemahaman agama yang luas. Karena keluasan ilmunya, Abdullah bin Abbas kemudian dikenal dengan gelar Turjumanul Qur'an atau penafsir Al-Qur'an.

Keberadaan makam dan masjid tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama ziarah bagi jemaah yang ingin mengenang perjalanan hidup para sahabat Nabi.

Kota Harapan Rasulullah

Meski demikian, daya tarik utama Taif bagi banyak peziarah tidak hanya terletak pada sosok Abdullah bin Abbas. Kota ini juga memiliki keterkaitan erat dengan salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Taif merupakan kota yang pernah didatangi Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi tekanan dan penolakan dari kaum Quraisy di Makkah. Saat itu, Rasulullah berharap memperoleh dukungan dari penduduk Taif untuk menerima ajaran Islam.

Namun harapan tersebut belum terwujud. Penduduk Taif menolak dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW dan memperlakukan beliau dengan kasar. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu ujian terberat dalam sejarah perjuangan dakwah Islam.

Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan alasan itu yang membuat dirinya mengajak para jemaah berkunjung ke Taif.

"Ziarah ke Taif karena ini adalah merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi, embargo ekonomi di kala itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari bangsa Taif, kaum Taif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin," katanya kepada Tim Media Center Haji (MCH), Rabu (10/6/2026) lalu.

Meneladani Semangat Menuntut Ilmu

Selain mengenang perjuangan Rasulullah SAW, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga dimaknai sebagai sarana memperkenalkan keteladanan para sahabat Nabi kepada jemaah.

Menurut Suleman, sosok Abdullah bin Abbas menjadi contoh penting bagi umat Islam dalam memperdalam ilmu agama.

"Dan kita sekarang ke (masjid) Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Aamiin," tuturnya.

Bagi banyak jemaah, ziarah ke Masjid Abdullah bin Abbas bukan sekadar kunjungan religi. Tempat ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang keteguhan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam sekaligus meneladani semangat Abdullah bin Abbas dalam mencari dan menyebarkan ilmu agama.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id