Menhaj Akui Layanan Kesehatan Haji 2026 Belum Optimal, Ini yang Akan Dibenahi
HIMPUHNEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadikan peningkatan layanan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah pengetatan pemeriksaan kesehatan calon jamaah sejak sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan aspek kesehatan menjadi perhatian serius setelah pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kualitas pelayanan kepada jamaah dapat ditingkatkan pada musim haji mendatang.
"Sektor kesehatan menjadi fokus utama yang akan kami evaluasi dan tingkatkan. Kami mengakui tahun ini pelayanan kesehatan masih belum optimal, sehingga tahun depan harus lebih baik," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat menyambut jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 20 BTH di Jambi, Rabu malam.
Pemeriksaan Awal Jadi Prioritas
Irfan menjelaskan, pemeriksaan kesehatan awal terhadap calon jamaah akan menjadi salah satu fokus pembenahan. Langkah tersebut dilakukan agar jamaah berada dalam kondisi fisik yang prima saat menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Selain aspek kesehatan, Kemenhaj juga akan mengevaluasi kesiapan fase pra-penyelenggaraan kegiatan di Arab Saudi yang menjadi bagian dari tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
"Pertama, pemeriksaan awal jamaah harus lebih baik, kemudian kesiapan pra-penyelenggaraan kegiatan di Saudi juga akan kami tingkatkan," ujar Irfan.
Dalam kesempatan yang sama, Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia berharap seluruh jamaah yang telah kembali ke Tanah Air senantiasa diberikan kesehatan dan memperoleh predikat haji mabrur.
"Alhamdulillah, malam ini saya menyambut kedatangan jamaah haji dari Kloter 20 BTH Jambi. Mereka pulang dengan sehat dan bahagia," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan jumlah jamaah haji asal Provinsi Jambi pada musim haji 2026 mencapai 3.308 orang.
Ia juga mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jambi memberikan dukungan anggaran melalui dana hibah sebesar Rp42 miliar untuk mendukung operasional domestik penyelenggaraan ibadah haji di daerah.
"Bantuan dari Pemprov Jambi sebesar Rp42 miliar ini merupakan salah satu dukungan anggaran terbesar jika dibandingkan dengan kantor wilayah lain di Indonesia," tutur Wahyudi.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

